Kadernya Terjaring OTT, Surya Paloh: Penegakan Hukum Tidak Mendahulukan Drama

0
387

RAKYAT DAERAH – Penangkapan Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), direspon langsung Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh. Ia menyayangkan adanya ‘drama’ OTT terhadap kadernya.

“Tapi di sisi lain, bolehlah kita mengingatkan juga. Apa yang perlu kita ingatkan? Upaya penegakan hukum itu tidak mendahulukan drama. Itu yang NasDem sedih. Kok harus ada drama dulu, baru penegakan hukum. Sesudah penegakan hukum, nanti mengharap amnesti. Itu tidak bagus juga. Jangan,” sindir Surya Paloh usai pembukaan Rakernas Partai NasDem, Jumat (8/8).

Menurutnya, NasDem mendukung upaya menegakkan hukum yang dilakukan KPK terhadap kadernya. “Konsistensi sikap partai, penghormatan terhadap seluruh upaya penegakan itu, itu tidak akan berubah, tidak akan deviasi di sana untuk satu dan lain hal,” tambah Surya Paloh.

Lanjut dia menjelaskan, apabila proses penegakan hukum yang berjalan di KPK berjalan secara murni, maka NasDem akan mendukung hal tersebut.

“Tegakkan hukum secara murni, dan NasDem ada di sana. Yang salah adalah salah. Proseslah secara bijak. Tapi apakah presumption of innocence, praduga tidak bersalah itu sama sekali tidak laku lagi di negeri ini,” tuturnya.

Di sisi lain, Surya Paloh juga menginstruksikan Fraksi NasDem yang berada di DPR RI untuk menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil KPK terkait keabsahan OTT tersebut.

“Saya menginstruksikan Fraksi Nasdem untuk minta agar Komisi III memanggil KPK dengar pendapat, agar yang namanya terminologi OTT, khusus terminologi OTT ini, bisa diperjelas oleh kita bersama. OTT itu apa yang dimaksudkan? Supaya jangan ini bingung publik. Orang kena stempel OTT dulu. Itu juga tidak tepat. Tidak arif, tidak bijaksana, dan tidak guyub jalannya pemerintah ini. Itu tegas,” tegasnya.

Informasi lain, Abdul Azis ditangkap KPK setelah mengikuti agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/8) malam.

Setelah ditangkap, politikus Partai NasDem itu dibawa ke Polda Sulawesi Selatan untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, tepatnya pada siang hari ini, dia diterbangkan ke Jakarta dari Makassar.

Penangkapan tersebut merupakan rangkaian dari OTT yang dilakukan KPK di tiga lokasi.

Selain di Sulawesi Selatan, tim KPK bergerak di Jakarta dan Sulawesi Tenggara dengan menangkap tujuh orang yang terdiri dari pihak swasta dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka sudah lebih dulu tiba di Kantor KPK pada Kamis malam. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here