
RAKYAT DAERAH — Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menargetkan cabang olahraga renang mampu melahirkan prestasi besar pada ajang PON 2028 NTT-NTB mendatang.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Pelatih dan Wasit/Juri Renang Tingkat Madya Tahun 2026 yang digelar Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu di Hotel Jodipati Kota Bengkulu, 12–15 Mei 2026.
“Kita ingin pada PON 2028 nanti muncul prestasi dari renang Provinsi Bengkulu. Saya yakin itu sangat mungkin,” ujar Teuku.
Menurutnya, Bengkulu memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional. Ia mencontohkan adanya atlet asal Bengkulu yang pernah direkrut daerah lain hingga berhasil meraih medali emas.
Karena itu, KONI Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung masa depan atlet, salah satunya penyusunan regulasi pemberian reward hingga Rp1 miliar bagi atlet peraih medali emas.

Selain itu, atlet berprestasi juga akan diberikan peluang bekerja di Bank Bengkulu sebagai bentuk jaminan masa depan atlet setelah pensiun dari dunia olahraga.
“Dengan adanya reward dan jaminan pekerjaan, kita berharap atlet-atlet Bengkulu semakin semangat memberikan prestasi terbaik bagi daerah,” katanya.
Teuku juga menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas olahraga renang di Bengkulu. Menurutnya, kolam renang yang ada saat ini perlu ditingkatkan menuju standar internasional guna mendukung pembinaan atlet secara maksimal.
Sementara itu, Ketua Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, menekankan pentingnya integritas, kompetensi, dan pemahaman regulasi bagi para wasit dan juri renang.
Menurutnya, kualitas sebuah kompetisi olahraga sangat ditentukan oleh kualitas perangkat pertandingan yang bertugas secara profesional dan adil.
“Menjadi wasit yang baik itu tentu wasit yang berintegritas, memiliki kualitas, kompetensi, dan pemahaman mendalam terhadap regulasi-regulasi terbaru. Karena regulasi terus berkembang dan itu harus dipahami,” ujar Erna.
Ia meminta seluruh peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu dari instruktur dan narasumber yang telah memiliki sertifikasi nasional.
“Jangan segan bertanya kepada instruktur maupun narasumber. Ini kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan,” katanya.
Erna optimistis pelatihan tersebut mampu melahirkan wasit dan juri berkualitas yang nantinya dapat berkembang hingga level internasional.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dan dedikasi dalam membangun karier di dunia olahraga.
“Discipline and dedication lead to success. Disiplin dan dedikasi akan menuntun kita menuju kesuksesan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, H. Yayat Wahyu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi pelatih maupun wasit renang di Bengkulu.
“Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi pelatih dan wasit renang agar memiliki pemahaman yang baik terhadap peraturan pertandingan, etika perwasitan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas di berbagai event kejuaraan renang,” ujar Yayat.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut diikuti 24 peserta pelatihan pelatih renang, 24 peserta pelatihan wasit/juri renang, 10 narasumber, serta 16 pengurus klub dan organisasi olahraga akuatik.
Berbagai materi diberikan kepada peserta, mulai dari administrasi perlombaan, manajemen kompetisi, diskusi kelompok, regulasi World Aquatics, hingga simulasi perlombaan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap dapat lahir wasit-wasit renang yang kompeten, disiplin, objektif, dan mampu mendukung kemajuan prestasi olahraga renang di daerah maupun nasional,” tutupnya.[rls]





