Semprot FIFA Terapkan Standar Ganda, Legenda MU Serukan Boikot Israel

0
305
Legenda Manchester United (MU), Eric Cantona/Net

RAKYAT DAERAH – Legenda Manchester United (MU), Eric Cantona, menyentil adanya penerapan standar ganda dalam dunia sepakbola. Ia berdiri, menyebut genosida, menantang FIFA dan UEFA, dan menyerukan boikot terhadap Israel dari kancah sepak bola.

Ia menyampaikan seruan itu dalam acara amal untuk Palestina di Wembley Arena, London, Rabu (17/9/2025) lalu.

Mantan bintang asal Prancis ini meluapkan kekecewaannya terhadap FIFA dan UEFA. Bagi banyak orang, momen itu bukan sekadar konser amal, tapi pernyataan keras: sepak bola adalah politik.

“Empat hari setelah Rusia memulai perang dengan Ukraina, FIFA dan UEFA membekukan sepak bola Rusia,” cetus Eric Cantona.

Cantona bahkan menyamakan situasi ini dengan boikot olahraga terhadap Afrika Selatan di era apartheid. “Boikot olahraga dulu krusial buat mengakhiri apartheid. Kita punya kekuatan. Kalian punya kekuatan. Fans di seluruh dunia punya kekuatan,” katanya.

Pidato itu ditutup dengan kalimat retoris: “Siapa yang akan ikut saya?”

Acara Together for Palestine yang digelar 17 September 2025 bukan konser musik biasa. Diselenggarakan oleh musisi Brian Eno bersama artist Palestina Malak Mattar, konser ini menghadirkan line-up yang solid: Damon Albarn, Bastille, James Blake, Jamie xx, hingga PinkPantheress. Ada juga musisi Palestina seperti Nai Barghouti dan Elyanna.

Selain musik, panggung juga jadi ruang bagi tokoh-tokoh politik dan budaya. Aktor Benedict Cumberbatch, Florence Pugh, dan Riz Ahmed ikut hadir. Francesca Albanese, pelapor khusus PBB, memberikan pidato. Tapi malam itu, justru Eric Cantona yang paling bikin headline. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here