Riset Dosen Unib, Komoditas Kopi Kepahiang Punya Potensi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0
521
PKM Dosen dan Mahasiswa Unib di SDN 06 Desa Tapak Gedung, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang/Rakyatdaerah

RAKYAT DAERAH – Dalam dunia pendidikan abad ke-21, inovasi pembelajaran menjadi kunci keberhasilan. Salah satu inovasi terkini adalah model pembelajaran Multikultural Berbasis etnosains Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).

Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tanggal 8 Agustus 2025 yang dipusatkan di SDN 06 Desa Tapak Gedung, Kecamatan Tebat Karai. Kabupaten Kepahiang.

Sebuah tim dosen multidisiplin dari berbagai bidang ilmu melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema riset pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SDN tersebut.

Tim dosen yang terdiri dari Drs. Irwan Koto, M.A., P.hD, Dr. Neza Agusdianita, M.Pd, Ir. Adhadhi Kurniawan, S.T., M.T.,Eng, dan Yusnia, M.Pd beserta para mahasiswa memberikan pendampingan khusus kepada guru kelas V.

Tampak tim dosen unib

“Pendampingan ini mengajarkan cara mengimplementasikan pembelajaran STEAM yang memanfaatkan etnosains tanaman kopi, salah satu tanaman yang melimpah di wilayah tersebut,” ujar Irwan Koto, pada Jum’at (12/9/2025).

Irwan menambahkan, tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan relevan.

Dengan menggabungkan etnosains, yaitu pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan literasi sains yang lebih baik dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini menargetkan guru kelas V dan siswa SDN 06 Tebat Karai, serta guru-guru dari sekolah di sekitarnya. Dengan begitu, diharapkan para guru mampu mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses belajar mengajar, sehingga suasana belajar menjadi lebih bermakna dan relevan bagi para siswa,” pungkasnya.

Selain bermanfaat bagi pengembangan kompetensi guru, PKM ini juga berkontribusi positif dalam memanfaatkan tanaman kopi sebagai sumber belajar berbasis lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya lokal memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tanaman kopi, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai komoditas, kini memiliki peran penting dalam dunia pendidikan dan diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pemahaman literasi sains siswa.

“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan kemampuan literasi sains dengan memanfaatkan lingkungan dan kearifan lokal. Ini membuktikan bahwa pembelajaran sains tidak terlepas dari lingkungan sekitar yang dekat dengan siswa,” pungkasnya. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here