Tancap Gas, BKKBN Bengkulu Kolaborasi Pemprov Targetkan Bebas Stunting

0
619
Wagub Bengkulu, Mian bersama Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari di ruang kerja Wakil Gubernur, Kamis (24/7)/Rakyatdaerah

RAKYAT DAERAH – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama BKKBN Provinsi mengintensifkan upaya penurunan angka stunting di Provinsi Bengkulu. Komitmen itu dilaksanakan melalui rakor bersama sejumlah pejabat Pemprov Bengkulu dan Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari di ruang kerja Wakil Gubernur, Kamis (24/7).

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menargetkan prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu dapat ditekan hingga mencapai satu digit.

“Kita punya keinginan, saya dan Pak Gubernur ingin menurunkan angka stunting hingga satu digit. Namun, ini tentu membutuhkan kerja sama dari semua pihak,” ujar Mian dalam rapat sembari menegaskan, bahwa penurunan angka stunting merupakan komitmen bersama dirinya dan Gubernur Helmi Hasan selama masa kepemimpinan lima tahun ke depan.

Wagub Bengkulu, Mian bersama Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari di ruang kerja Wakil Gubernur, Kamis (24/7)/Rakyatdaerah

Penanggulangan stunting menjadi salah satu program prioritas pasangan Helmi–Mian, yang juga disinergikan dengan upaya penanggulangan kemiskinan. Untuk memperkuat langkah konkret di lapangan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menyiapkan anggaran khusus guna membangun Sentra Komando Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di setiap kabupaten.

“Mumpung sekarang masih dalam tahap pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan, kita sisipkan anggaran untuk pembangunan Sentra Komando Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di kabupaten. Nantinya akan mengerucut ke level provinsi,” jelas Mian.

Ia menambahkan, sebagian besar kasus stunting di Bengkulu berada di tingkat kabupaten, sehingga perlu penanganan yang terkoordinasi dan berkelanjutan.

“Saya tahu betul permasalahan stunting ini merata di seluruh kabupaten. Keinginan kami, Provinsi Bengkulu bisa bebas dari stunting. Caranya bagaimana? Dalam lima bulan ke depan atau selama lima tahun masa kepemimpinan kami, masalah ini harus bisa diselesaikan. Tidak elok jika di akhir periode kami angka stunting masih di angka 20 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menegaskan komitmen dalam menangani stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam menyelesaikan isu strategis nasional, termasuk perbaikan gizi dan pengentasan kemiskinan.

“Genting adalah salah satu strategi untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam membantu anak-anak yang berisiko terkena stunting,” jelas Zamhari.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan data yang akurat agar dapat menentukan pembiayaan, sumber dana, dan sasaran program, seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta anak di bawah dua tahun. “Target kami adalah 10.350 KRS yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota,” pungkasnya. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here