
RAKYAT DAERAH – Sebagai bagian dari program nasional, Provinsi Bengkulu menargetkan pembentukan 1.505 unit Koperasi Merah Putih yang tersebar di sembilan kabupaten/kota yang ada di wilayah tersebut.
Dengan rincian, Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 155 unit, Kabupaten Rejang Lebong 156 unit, Kabupaten Bengkulu Utara 219 unit, Kabupaten Seluma 200 unit, Kabupaten Mukomuko 150 unit, Kabupaten Lebong 103 unit, Kabupaten Kepahiang 117 unit, Kabupaten Bengkulu Tengah 143 unit, Kota Bengkulu 67 unit, serta Kabupaten Kaur sebanyak 195 unit.
Secara nasional, hingga 21 Juli 2025 telah terbentuk sebanyak 81.140 unit Koperasi Merah Putih, dengan 80.081 unit di antaranya telah berbadan hukum. Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
Provinsi Bengkulu menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh peluncuran Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi rakyat terpadu yang diinisiasi secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-78.
Peluncuran nasional gerakan ini dilaksanakan di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, dan diikuti secara virtual oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia, termasuk Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang mengikuti dari Kantor Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu, Senin (21/7).
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menyambut antusias peluncuran program ini. Ia menyebut gerakan koperasi sebagai bagian dari perjuangan ekonomi rakyat yang sejalan dengan semangat kemandirian yang diusung Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Ini bukan sekadar koperasi. Ini adalah gerakan besar untuk kemandirian ekonomi bangsa. Bengkulu siap menyukseskan,” tegas Helmi Hasan.
Ia juga memastikan bahwa Koperasi Merah Putih di Bengkulu akan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat serta pemberdayaan UMKM lokal.
“Kami akan kawal agar koperasi ini bukan hanya nama, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Isinya harus produk lokal, pelayanannya ramah, dan menjadi tempat bertumbuhnya ekonomi warga,” demikian Helmi Hasan. [011]





