RAKYAT DAERAH – Terkait kunjungan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah ke PT Bio Nusantara Teknologi, tokoh masyarakat Desa Air Napal, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah, Reskan Arip mempertanyakan terkait anggota DPRD kabupaten Bengkulu Tengah dengan duduk bersantai bersama para petinggi manajemen perusahaan perkebunan yang diperkirakan sudah lebih 35 tahun berkuasa atas tanah di kabupaten Bengkulu Tengah itu.
Reskan Arip berharap dukungannya terhadap niat wakil rakyat tidak salah, dimana dirinya menilai kehadiran DPRD untuk menengahi persoalan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tersebut.
Namun demikian, Reskan mengingatkan agar DPRD tidak salah langkah dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.
“Kami sangat mendukung niat baik anggota DPRD Bengkulu Tengah untuk menengahi persoalan ini. Tapi jangan salah alamat. Seharusnya kunjungan dilakukan ke masyarakat, bukan ke perusahaan. Kalau ke perusahaan, kesannya seperti ada kepentingan dan kesan berpihak kepada rakyat atau konstitusinya tidak baik,” ujarnya.
Reskan menegaskan, masyarakat Desa Air Napal dan desa sekitar sangat berharap kehadiran langsung anggota DPRD Bengkulu Tengah untuk melihat kondisi riil warga serta mendengarkan keluhan dan keresahan yang selama ini dirasakan.
“Sebagai masyarakat kecil, kami menunggu bapak-bapak DPRD Bengkulu Tengah datang langsung ke desa, melihat keadaan warga dan mendengar keluhan kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, Reskan menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan mempersoalkan apabila anggota DPRD Bengkulu Tengah memilih untuk tidak hadir di tengah masyarakat dan hanya berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Namun ia menyampaikan sindiran keras terhadap sikap tersebut.
“Kalau memang tidak mau datang ke masyarakat juga tidak apa-apa. Mudah-mudahan nanti dapat bantuan dana untuk pemilihan dewan periode berikutnya dari PT Bio, karena sering-sering ngopi di sana,” tegas Reskan.
Sebelumnya diketahui, salah satu anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah telah melakukan kunjungan ke PT Bio Nusantara Teknologi dan menyatakan bahwa keluhan masyarakat selama ini tidak terbukti.
Sementara itu, aktivis sosial, M Thoriq Savero menilai wakil rakyat yang duduk bersantai di sebuah ruang bersama pihak perusahaan itu melukai rakyat. Seorang anggota DPRD harus bisa memperjuangkan hak rakyatnya, terutama untuk mengeluarkan dari kemiskinan.
“Jika kita melihat dalam berita yang terbit disalah satu media online, kita menilai DPRD Bengkulu Tengah mendukung Perpanjangan HGU, artinya mereka wakil rakyat terkesan melanggengkan kemiskinan rakyatnya sendiri, sebab sampai saat ini tidak ada langkah kongkrit DPRD Benteng untuk berjuang menolong keluarnya ribuan rakyat sekitar PT BIO Nusantara Teknologi keluar dari kemiskinan,” tutup mahasiswa semester akhir Jurusan Kesejahteraan Sosial Fisip UNIB.[red]






