RAKYAT DAERAH – Bagi masyarakat suku Serawai yang mendiami Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur, khususnya yang kelahiran tahun 90-an ke bawah pasti tidak asing lagi dengan cerita sesosok mahluk yang bernama “Duguak”.
Cerita ini turun-temurun diceritakan dari nenek moyang, bahwa Duguak adalah sesosok mahluk jahat yang berambut panjang penghuni lubuk sungai yang paling dalam.
Menurut cerita, Duguak akan menjerat kaki orang yang sedang berenang menggunakan rambut yang panjang terutama anak-anak. Setelah menyeret korbannya ke dalam lubuk beberapa hari, barulah jasadnya akan muncul di permukaan sungai.
“Dulu setiap kami mandi sungai pasti selalu diingatkan untuk hati-hati, jangan sampai ditarik duguak,” kata Riki, Warga Kelurahan Talang Saling, Seluma, Kamis (10/10).
Keberadaan Duguak hingga saat ini masih menjadi misteri. Ada sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa Duguak tergolong dalam makhluk astral atau gaib, dan ada juga yang mengatakan makhluk mitologi.
Abdullatif, salah satu masyarakat Kabupaten Seluma yang berpendapat bahwa Duguak merupakanmakhluk halus atau gaib bukanlah makhluk mitologi.
“Menurut saya itu salah satu cara syaitan untuk mengirim manusia,” ujar Abdullatif, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Seluma.
Abdullatif menjelaskan dalil tentang syaitan dalam berputar-putar manusia, Alquran Surat Fatir ayat 6, yang artinya: “sesungguhnya syaitan itu musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karna sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”.
Akan tetapi tidak sedikit masyarakat yang berpendapat bahwa Duguak merupakan makhluk mitologi bukanlah tergolong makhluk halus atau gaib. Seperti yang disampaikan Rian Saputra, warga Desa Lubuk Lagan, Seluma.
Menurut Rian Saputra, Duguak hanyalah makhluk legenda atau mitologi, yang belum ada ilmu ilmiahnya yang menyatakan bahwa makhluk Duguak benar-benar ada.
“Di tempat saya ada orang yang bercerita bahwa pernah melihat Duguak, tetapi tidak ada bukti foto atau video. Jadi menurut saya Duguak itu hanyalahmakhluk legenda atau mitologi,” ungkap Rian Saputra.
Disisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa Duguak adalah mahluk yang nyata. Bukanlah mahluk gaib maupun legenda, bahkan ada yang menyatakan perna melihatan keberadaan Duguak. Salah satunya Ramadhan Trisno, warga Kelurahan Napal, Seluma.
Ramadan Trisno menceritakan, pengalaman ini dialaminya sewaktu mencari ikan dengan menggunakan tombak di aliran sungai Seluma, tepatnya di Muara Air Masat, sewaktu dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar sekitar tahun 1994.
“Waktu saya lagi menyelam cari ikan, tiba-tiba Duguak keluar dari saung tempatnya sembunyi. Untuk wujudnya, berwarna hitam dan besarnya sebesar Siamang. Tapi saya cuman bisa bercerita, kalau foto atau video tidak ada,” tutur Ramadhan Trisno. [690]






