Elvin Yanuar Minta 17 Dewan Kota Bengkulu Diperiksa Semua

0
805
Elvin Yanuar mantan angggota Dewan kota dua periode/Net

RAKYAT DAERAH– Laporan yang dilayangkan salah seorang anggota DPRD Provinsi Bengkulu terpilih, yang berasal dari partai besutan Surya Paloh diketahui ada enam orang yang merupakan mantan rekannya di DPRD Kota Bengkulu periode 2019-2024 bakal berbuntut panjang. Pasalnya dalam laporan yang dilayangkan terkait penipuan dan penggelapan tersebut, terdapat fakta baru yang diungkapkan oleh para terlapor.

Elvin Yanuar meminta kepada Polisi agar 17 angggota DPRD Kota Bengkulu periode 2019-2024 dipanggil semua.

“Kita minta polisi tidak hanya memeriksa kami 6 orang saja, semuanya 17 orang dipanggil juga,” ucap Elvin mantan angggota Dewan kota dua periode tersebut, kepada Rakyat Daerah, Kamis (10/10).

Senada juga dengan terlapor Sutardi. Elvin Yanuar juga mengira laporan tersebut ada ringkasannya dengan proses hibah Pemkot Bengkulu tahun 2024 kepada instansi vertikal yang bersumber dari dana aspirasi (pokir) beberapa Anggota DPRD Kota Bengkulu.

Diketahui, dari data yang berhasil dihimpun redaksi Rakyat Daerah, hibah Pemkot Bengkulu kepada instansi vertikal tersebut mencapai angka Rp 20 Miliar rupiah.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Bengkulu, Saipul Apandi mengaku tidak mengetahui perihal pemanggilan beberapa dewan dan eks dewan yang dilakukan oleh APH.

“Tidak tahu, kami belum dapat informasi terkait itu. Coba tanyakan saja langsung kepada para dewan yang bersangkutan,” ucapnya saat ditemui Rakyat Daerah di kantor DPRD Kota Bengkulu, Jalan WR Supratman, Kelurahan Bentiring Permai, Kota Bengkulu.

Dari data yang berhasil dihimpun redaksi Rakyat Daerah, pekara ini berawal dari adanya dugaan pemufakatan untuk mengumpulkan dana pokir ke kegiatan yang dilakukan oleh instansi vertikal. Dalam pemufakat itu, oknum seorang tokoh legislatif berperan mengakomodir dan diduga memberikan uang kepada belasan dewan dengan janji. Dalam perjalanannya, disinyalir kegiatan itu tidak berjalan sesuai kesepakatan dan berakhir ada mantan dewan yang dilaporkan ke APH.

Diketahui, laporan yang dilayangkan secara resmi ke APH terhadap mantan dewan itu mengungkap dugaan penipuan dan penggelapan. Dan permasalahan itu kemungkinan besar akan melibatkan banyak oknum legislatif yang baru dilantik.

Saat dikonfirmasi kepada pelapor terakit masalah tersebut, hingga saat ini belum ada jawaban. [091]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here