HUT Ke-80 IMM Bengkulu Luncurkan Program Speak Up Challenge, Kelvin Aldo: Ekspresi Mahasiswa Untuk Polri Lebih Baik

0
24
Pergelaran Program Speak Up Challenge.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-80, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu menghadirkan langkah berbeda dengan meluncurkan program Speak Up Challenge. Program ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menyampaikan kritik, keresahan, serta harapan terhadap institusi kepolisian melalui seni dan karya tulis.

Program Speak Up Challenge ini digelar  di Bencoolen Mall pada Sabtu (20/6)  lahir dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya ruang bagi kalangan muda untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada institusi kepolisian.

Ketua DPD IMM Bengkulu, Kelvin Aldo, mengatakan banyak mahasiswa memiliki pandangan dan masukan untuk perbaikan kinerja Polri, namun belum memiliki wadah yang memadai untuk menyuarakannya.

“Banyak dari kami memiliki pandangan dan masukan demi perbaikan kinerja Polri, namun belum memiliki wadah yang jelas. Karena itu, kami mengajak Polda Bengkulu untuk duduk bersama dan menciptakan ruang agar kritik maupun saran dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Kelvin, Sabtu (20/6).

Berbeda dari kompetisi pada umumnya, Speak Up Challenge menyediakan lima kategori ekspresi yang dapat dipilih peserta, yakni orasi, puisi, monolog, antologi tulisan, dan stand up comedy. Konsep tersebut dihadirkan agar peserta dapat menyampaikan gagasan melalui medium yang paling sesuai dengan karakter masing-masing.

“Kalau hanya satu kategori, pesertanya cenderung itu-itu saja. Dengan lima pilihan ini, kami ingin lebih banyak mahasiswa dan seniman muda berani tampil dan berbicara,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga diposisikan sebagai jembatan komunikasi antara generasi muda dan kepolisian. IMM Bengkulu berharap dialog yang terbangun tidak hanya menjadi sebatas wacana, tetapi mampu melahirkan masukan yang konstruktif.

Panitia menyediakan kuota sebanyak 40 peserta untuk seluruh kategori karena keterbatasan waktu dan tempat. Meski jumlahnya terbatas, peserta tetap diberikan kebebasan memilih bentuk penampilan sesuai minat dan kemampuan.

Melalui kegiatan ini, IMM Bengkulu ingin menunjukkan bahwa kritik tidak selalu harus disampaikan melalui konfrontasi. Sebaliknya, dukungan terhadap institusi negara dapat diwujudkan melalui keberanian menyampaikan gagasan dan kebenaran secara konstruktif. [red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here