RAKYAT DAERAH — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Gang Damai 1, Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Rabu (12/8/2026). Sedikitnya 21 rumah warga dan bangunan bedengan terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kobaran api dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.20 WIB dan dengan cepat membesar. Kondisi permukiman yang padat, bangunan yang berdempetan, serta akses jalan yang sempit menjadi kendala bagi petugas pemadam kebakaran dalam menjangkau titik api.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PBK) Kota Bengkulu mengerahkan seluruh armada untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bangunan lain.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah proses pemadaman, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali menyala.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat, turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Kehadiran polisi di lokasi sekaligus untuk memastikan proses penyelidikan terhadap penyebab kebakaran dapat dilakukan.
Rahmad mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan petunjuk untuk memastikan titik awal serta penyebab kebakaran.
“Kita akan lakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran ini,” kata Rahmad saat meninjau lokasi.
Titik Awal Api Masih Diselidiki
Berdasarkan informasi sementara yang diterima Dinas PBK Kota Bengkulu dari Ketua RW, bangunan yang diduga menjadi titik awal kebakaran berada di bagian kolong sebelah kiri, yakni sebuah bedengan dua pintu.
Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab maupun sumber api. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah pihak.
“Untuk penyebab kebakaran sedang kita selidiki. Belum ada petunjuk,” ujar Rahmad.
Rahmad juga menyebut terdapat informasi mengenai bangunan bedengan di bagian belakang kawasan yang diduga berkaitan dengan titik awal munculnya api.
“Tadi disampaikan oleh Pak Kadis, ada bedengan di belakang itu yang menjadi titik api. Ini akan kita lakukan penyelidikan,” katanya.
Polisi belum menyimpulkan sumber api maupun faktor yang menyebabkan kobaran dengan cepat membesar. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan kronologi dan penyebab kebakaran.
21 Rumah Terdampak
Kepala Dinas PBK Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran melalui layanan 112. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi.
Namun, petugas menghadapi kendala akibat kondisi permukiman yang padat dan akses yang terbatas.
“Rumah-rumah di kawasan ini sangat padat. Tadi kami mendapatkan informasi dari layanan 112 bahwa terjadi kebakaran di lokasi ini,” kata Yuliansyah.
Menurut informasi sementara dari Ketua RW, bedengan dua pintu di bagian kolong sebelah kiri diduga merupakan lokasi pertama munculnya api. Kobaran kemudian membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
“Api kemudian membesar dan, menurut Pak RW, kondisinya sudah luar biasa sehingga tidak bisa lagi dibendung,” ujar Yuliansyah.
Jumlah rumah yang terdampak sementara diperkirakan mencapai 21 unit. Salah satunya merupakan rumah Ketua RT 5, Edi, yang dilaporkan habis terbakar.
Meski demikian, data jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan dan dapat berubah setelah verifikasi secara menyeluruh oleh pihak terkait.
Sementara itu, hingga proses penanganan dan peninjauan lokasi oleh Kapolresta Bengkulu, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka-luka.
Polresta Bengkulu masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti penyebab kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk tersebut.[red]






