Mahasiswa Didorong Tembus Pasar Lewat Pelatihan Kewirausahaan, Walikota Bengkulu: Kita Siap Dukung Penuh 

0
108
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, membuka langsung pelatihan,dok_rd

RAKYAT DAERAH – Semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda kembali digelorakan melalui pelatihan bertema “Membangun Jiwa Kewirausahaan Muda. Dari Ide Kampus ke Pasar Nyata” yang melibatkan mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu (Dehasen).

Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani gagasan kreatif mahasiswa agar tidak berhenti sebagai tugas akademik semata, melainkan mampu diwujudkan menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai jual di tengah masyarakat.

Para peserta dibekali pemahaman tentang perencanaan bisnis, strategi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan sederhana bagi usaha rintisan. Selasa (3/3), sebanyak 75 mahasiswa mengikuti Pelatihan Membangun Jiwa Wirausaha Muda: Dari Ide Kampus ke Pasar Nyata.

Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan UKM menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dehasen (Unived) dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut menyasar mahasiswa yang ingin menembus dunia usaha sejak bangku kuliah.

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, membuka langsung pelatihan. Ia hadir bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nelawati serta jajaran kampus Universitas Dehasen.

Dedy menegaskan satu pesan penting. Ide bisnis tidak boleh berhenti di kepala. Mahasiswa harus berani mengeksekusi gagasan menjadi usaha nyata.

“Ide itu jangan hanya ada di pikiran. Aktualisasikan. Banyak mahasiswa sukses karena berani memulai,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia lalu mengajukan pertanyaan sederhana. Siapa yang sudah berwirausaha? Sejumlah mahasiswa langsung mengangkat tangan. Ada yang beternak ikan cupang, menjual kue dan ada pula yang menjadi sales perumahan.

Dedy langsung memberi apresiasi. Ia menyerahkan uang tunai kepada mahasiswa yang sudah menjalankan usaha. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk dukungan dan penyemangat.

Menurutnya, keberanian memulai jauh lebih penting daripada menunggu sempurna. Mahasiswa harus membangun mental pencipta kerja, bukan sekadar pencari kerja.

Ia mengingatkan lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengejar status pegawai. Generasi muda harus mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, Dedy juga memetakan peluang usaha yang potensial. Sektor kuliner dan otomotif terus bergerak, masyarakat selalu membutuhkan dua sektor tersebut. Pelaku usaha tinggal memperkuat strategi pemasaran.

“Pasar selalu ada. Strategi yang tepat akan menentukan hasil,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan media sosial dan platform digital. Anak muda memiliki keunggulan dalam teknologi. Keunggulan itu harus menjadi senjata utama.

Pelatihan Wirausaha Mahasiswa ini tidak hanya menyajikan teori. Narasumber membahas praktik usaha, manajemen keuangan, hingga strategi branding. Peserta juga berdiskusi langsung tentang tantangan bisnis di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Nelawati menegaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan mental wirausaha sejak dini.

“Mahasiswa adalah generasi intelektual yang penuh ide-ide segar. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga diarahkan agar berani memulai dan mampu membaca peluang pasar. Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Nelawati.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat, sehingga semakin banyak lahir wirausaha muda yang mandiri dan inovatif di Kota Bengkulu.

Sementara itu, para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diskusi interaktif dan praktik penyusunan rencana bisnis menjadi bagian yang paling diminati, karena memberikan gambaran nyata tentang langkah-langkah membangun usaha dari nol.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ide-ide kreatif yang lahir dari lingkungan kampus mampu berkembang menjadi usaha produktif yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. [red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here