Dugaan Keracunan Massal di Lebong, Wagub Minta Pemda Tindak Tegas dan APH Usut Tuntas

0
391
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiono bersama Wagub Bengkulu, Mian saat meninjau langsung korban di RSUD Lebong/Rakyatdaerah

RAKYAT DAERAH – Keracunan massal akibat mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis atau MBG dianggap sebagai ancaman serius bagi kesehatan anak di Kabupaten Lebong. Pemerintah daerah (Pemda) diminta lebih serius mengawasi jalannya program tersebut termasuk menutup pengelola dapur MBG untuk kepentingan penyelidikan.

Wagub Bengkulu, Mian mengatakan, insiden keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Lebong pada Rabu (27/8) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, perlu penyelidikan lebih lanjut melibatkan aparat penegakan hukum (APH).

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian maupun kesengajaan dari pengelola dapur MBG dalam menyajikan makanan yang menyebabkan ratusan siswa keracunan.

“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi dulu. Ada kelemahan di mana, itu nanti ranah aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG. Titik tekan Pemprov saat ini bagaimana anak-anak bisa sembuh, karena ini musibah yang harus kita tangani serius,” kata Mian meninjau langsung ke Kabupaten Lebong, Kamis (28/8).

Wagub Bengkulu, Mian saat meninjau langsung para korban di RSUD Lebong

Selain menutup dapur MBG, mantan Bupati Bengkulu Utara dua periode ini bergerak cepat dengan menelpon langsung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu. Ia meminta Baznas menyiapkan makanan tambahan bagi para korban agar kondisi kesehatan mereka cepat pulih.

“Dari Baznas kita harus tunjukkan perhatian. Untuk tiga sampai empat kali ke depan, makanan tambahan bagi korban akan ditanggulangi Baznas,” jelasnya.

Tak hanya itu, Mian juga mengimbau para siswa yang masih mengalami gejala keracunan agar tidak ragu untuk berobat ke rumah sakit. Ia memastikan pemerintah akan mendampingi seluruh korban.

“Bagi yang takut ke rumah sakit, kita akan dampingi. Sementara bagi siswa yang kondisinya sudah membaik, silakan dipulangkan agar rumah sakit tidak terlalu sesak,” demikian Mian. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here