Dugaan Keracunan Massal di Lebong, Hasil Laboratorium Keluar Lima Hari Lagi

0
507
Tampak keluarga pasien dugaan keracunan di sekolah setia mendampingi anaknya yang menjalani perawatan medis di RSUD Lebong/Rakyatdaerah

RAKYAT DAERAH – Penyebab dugaan keracunan massal pasca menyantap makanan dari Program Makanan Bergizi Gratis di satuan pendidikan, masih terus didalami semua elemen. Untuk memastikannya harus menunggu hasil laboratorium yang akan keluar 4-5 hari lagi.

Kadis Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegah dan Pengendali Penyakit (P2P) Evan Marta mengatakan, berbagai sampel telah dikumpulkan dan dikirim untuk pemeriksaan laboratorium BPOM Bengkulu yang berlokasi di Balai POM Kota Bengkulu.

“Ada beberapa sampel telah kita kirim ke Laboratorium BPOM dari makanan program MBG. Seperti menu Tahu, Bakso, Mie, Sayur, Jeruk, dan nasi,” ujar Evan Marta dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (28/8).

Ia mengatakan, hasil laboratorium itu akan keluar lima hari lagi. Terhitung tanggal 28 Agustus 2025. Selanjutnya, ia menunggu arahan dari pimpinan terkait.

“Hasilnya (sampel) keluar lima hari lagi. Terhitung hari ini,” tambah Evan.

Tampak kondisi siswa-siswi di Lebong menjalani perawatan medis ala kadarnya karena ruangan sudah penuh

Di sisi lain, Evan menyampaikan, pihaknya masih mendata jumlah korban dugaan keracunan massal ini. Sebab, korban terus berdatangan ke RSUD Lebong.

Untuk sementara, pihaknya memberikan pelayanan medis kepada ratusan anak dengan kondisi gejala ringan dan sedang. Baik itu di fasilitas RSUD Lebong, Puskesmas maupun praktek mandiri.

“Sudah dilakukan penanganan terhadap pasien.Baik yang dirawat di RSUD atau Puskesmas,” demikian Evan.

Informasi lain, ratusan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebong, mengalami gejala keracunan massal sejak Rabu pagi (27/8). Seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan angkat bicara. Menurutnya, secara pribadi turut berduka atas musibah yang melanda ratusan pelajar tersebut.

Lebih jauh, ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyelidikan atas dugaan keracunan massal tersebut.

“Kita minta agar pihak berwernang segera melakukan penyelidikan, kenapa itu bisa terjadi,” singkat Gubernur Helmi Hasan. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here