RAKYAT DAERAH – Ratusan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebong, diduga mengalami keracunan massal sejak Rabu pagi (27/8). Seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong.
Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan angkat bicara. Menurutnya, secara pribadi turut berduka atas musibah yang melanda ratusan pelajar tersebut.
Lebih jauh, ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyelidikan atas dugaan keracunan massal tersebut.
“Kita minta agar pihak berwernang segera melakukan penyelidikan, kenapa itu bisa terjadi,” kata Gubernur Helmi Hasan.

Selain itu, ia juga meminta hasil penyelidikan itu turut juga diberikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Itupun untuk memberikan keputusan, sehingga peristiwa ini tidak terulang lagi.
“Kepada keluarga, pemerintah provinsi menyatakan empatinya. Kita minta rumah sakit dan tenaga medis kita bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada anak-anak kita yang telah dirawat,” harap Helmi.
Lebih jauh, ia juga meminta kepada RSUD Lebong memanfaatkan bantuan mobil ambulans yang disalurkan Pemprov Bengkulu kepada Kabupaten Lebong.
“Kepada seluruh warga Provinsi Bengkulu, dimanapun kita berada. Mohon do’anya. Anak-anak kita sedang mendapat perawatan medis, bisa sehat kembali. Ini jadi pembelajaran bagi kita semua. Agar mematuhi SOP yang sedang berlangsung,” demikian Helmi Hasan.
Sementara itu, Dokter Spealis Anak RSUD Lebong, dr Arya Wisnu menyampaikan, hingga pukul 16.00 WIB, ada 237 pasien yang mendatangi RSUD Lebong dengan keluhan sering muntah.
“Rata-rata keluhan muntah. Lebih dari 8 kali. Datang dengan kondisi dehidrasi ringan dan sedang. Tata laksana awal sudah kita laksanakan semua,” ujar dr Arya, Rabu (27/8) dalam keterangannya.

Menurutnya, 237 pasien anak itu dengan kondisi gejala ringan dan sedang. Beruntung belum ada yang menujukkan gejala berat.
“Dengan gejala ringan dan sedang ini kita akan evaluasi 1×24 jam. Adapun beberapa pasien mulai mengeluhkan diare. Jadi, awalnya muntah dan dilanjutkan fase diare. Itu juga sudah tertangani,” imbuhnya.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tenaga kesehatan yang berjibaku menangani ratusan pasien tersebut.
“Untuk seluruh dokter di RSUD maupun dokter internship juga turut membantu. Saya juga terima kasih kepada rumah sakit. Karena penyediaan obatnya tidak gampang. Tapi, semuanya tertangani dengan baik,” demikian dr Arya. [011]






