Akan Luncurkan Program MBG Bagi 3B, BKKBN Bengkulu Pantau dan Lakukan Pendampingan

0
594
Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari SH, MH saat melakukan pemdampingan Yayasan Siti Fhatma, Lukita selaku pelaksanaan SPPG Ratu Samban Anggut Atas 2/Rakyatdaerah

RAKYAT DAERAH – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu terus berkomitmen mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Salah satunya adalah dengan monitoring Persiapan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk Balita, Bumil, dan Busui (3B) pada Jum’at (22/8) sekitar pukul 13.30 WIB bertempat di Jalan Suka Jadi, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Pemantauan itu dihadiri langsung Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari SH,. MH didampingi awak media serta dihadiri Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ratu Samban Anggut Atas 2.

Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari SH,. MH menyampaikan, bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya terletak pada distribusi makanan bergizi, namun juga pada keterpaduan data, perencanaan yang matang, serta kesiapan di lapangan dari seluruh lini, terutama para kader dan tenaga kesehatan.

Dalam pemaparannya, target awal penerimaan MBG di SPPG Kelurahan Penurunan adalah sekitar 3.500 penerima manfaat. Dari jumlah itu, sebanyak 10 persen kuota untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. SPPG Ratu Samban Anggut Atas 2, akan mengelola dapur umum dalam waktu dekat.

“MBG 3B bertujuan mengurangi angka stunting dan malnutrisi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum mendapatkan layanan dari PAUD. Kuota MBG 3B hanya 10 persen untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Sedangkan, sisanya untuk anak sekolah,” ujar Zamhari.

Tampak gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ratu Samban Anggut Atas 2

Secara teknis, program ini dijalankan oleh Kemendukbangga dan BKKBN, bekerja sama dengan SPPG Badan Gizi Nasional (BGN).

“Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar program ini dapat berjalan optimal, mengingat pelaksanaannya bersifat harian dan membutuhkan evaluasi secara berkala,” tuturnya.

Saat ini, terdapat 6 SPPG 3B aktif di Kota Bengkulu. Termasuk SPPG Ratu Samban Anggut Atas 2 bertempat di Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

“Yang sudah mendistribusikan MBG khusus ibu menyusui ibu hamil dan balita non Paud atau B3 ada di 6 titik atau dapur SPPG. Termasuk SPPG Ratu Samban Anggut Atas 2,” sambungnya.

Zamhari menjelaskan program MBG 3B tidak hanya menyediakan makanan gratis, tetapi juga menjadi sarana edukasi gizi kepada masyarakat. Menu yang diberikan dirancang berdasarkan prinsip gizi seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, dan buah.

“MBG 3B bukan sekadar memberi makan, tapi juga membangun kesadaran akan pola makan sehat untuk menciptakan generasi masa depan yang bebas stunting. Program ini juga diharapkan dapat mendorong penguatan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Siti Fhatma, Lukita selaku pelaksanaan SPPG menambahkan, dapur MBG 3B ini juga telah menerapkan standar operasional yang ketat, termasuk kewajiban penggunaan penutup kepala, sarung tangan, serta perlengkapan lainnya dalam proses memasak.

Kebersihan area produksi juga dijaga dengan baik. Lalu dari sisi penyajian, menu makanan yang disiapkan dinilai lengkap, meliputi buah, sayur, nasi, sumber protein, dan susu.

“Untuk seluruh fasilitas pendukung sudah siap. Tinggal proses launching,” tutup Lukita. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here