Miris, Tiga Remaja Yang Tergabung Dalam Geng Motor Masih Dibawah Umur

0
697
Kapenrem 041/Gamas Bengkulu, Mayor Inf. Khairudin didampingi Dantim Intel, Mayor Inf. Botani Kenedi (Boken)/Rakyatdaerah

RAKYAT DAERAH – Peran orang tua atau wali di rumah sangat penting. Bagaimana tidak, tiga remaja diamankan Korem 041/Garuda Mas (Gamas) Bengkulu, Sabtu (16/8) dini hari, merupakan anak dibawah umur dan masih berstatus pelajar.

Ketiganya, masing-masing Fi (15), Pa (15) dan As (15) diamankan bersama tiga unit celurit, satu unit sajam modifikasi dan kawat, serta satu unit motor di kawasan Jalan Zainul Arifin Kelurahan Timur Indah, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

Tiga remaja ini berjumlah 9 orang, namun enam rekan mereka lainnya berhasil kabur. Masing-masing Ik (Ketua Geng) Fa, Li, De, Re dan Ke alias Al. Semuanya tergabung dalam Geng ‘Pemuda Happy’ sudah pernah melakukan penyerangan.

Tiga remaja yang diduga tergabung dalam kelompok geng motor diamankan pihak Tim Intel Korem 041/Garuda Mas (Gamas) Bengkulu, Sabtu (16/8) dinihari, setelah meresahkan warga/Rakyatdaerah

Masing-masing terhadap Ketua Geng Motor Pemuda Gembira, Geng Motor Kawasan Sawah Lebar, Geng Motor Dendam Ceria dan Geng Motor Pemuda Malam.

Kapenrem 041/Gamas Bengkulu, Mayor Inf. Khairudin didampingi Dantim Intel, Mayor Inf. Botani Kenedi (Boken) mengungkapkan, ketiga remaja yang diamankan sudah dipanggil orang tua beserta guru masing-masing sekolah.

Lalu, ketiga remaja tersebut sudah membuat surat pernyataan dan perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan mereka yang bisa membahayakan diri sendiri, orang lain dan meresahkan masyarakat tersebut.

‘’Surat pernyataan dan perjanjian yang dibuat diketahui oleh masing-masing orangtua. Apabila nanti mereka kembali tertangkap atau kembali mengulangi perbuatannya, maka akan dibawa ke ranah hukum sesuai Undang-undang yang berlaku,’’ ujar Kapenrem, Sabtu (16/8).

Kapenrem menambahkan, motif ketiganya nekat dan bergabung dengan Geng Motor hanya untuk kesenangan diri dan mendapat pujian dari geng lain.

‘’Ketiganya mengaku hanya untuk kesenangan dan mencari pengakuan, kalau geng mereka yang paling hebat. Makanya mereka awalnya melalui media sosial, kemudian dilanjutkan di lapangan dengan mencari lawan Geng Motor lain untuk pengakuan palin hebat,’’ demikian Kapenrem. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here