Menjawab Tudingan Orangtua Mahasiswa FKIK, UNIB: Tidak Ada Ospek, Tidak Ada Kekerasan, Ini Kegiatan Kaderisasi ISMKI 

0
251
Gedung Kuliah FKIK- UNIB.int

RAKYAT DAERAH – Menjawab protes orang tua mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bengkulu (UNIB) yang mengalami ketakutan atas kegiatan Byang dilakukan mahasiswa FKIK UNIB dibantah pihak Universitas. Ditegaskan bahwa dalam kegiatan itu tidak ada Ospek, bullying ataupun kerasan.

Disampaikan dalam pres rilisnya, Humas UNIB Purna Herawan menjelaskan, kegiatan yang digelar mahasiswa FKIK dilakukan selama dua hari, dari tanggal 3-4 Mei 2025. Kegiatan dilaksanakan di Kampus FKIK UNIB.

“Kegiatan itu adalah Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Lokal dan School of Kastrat (Kajian Aksi dan Strategi) dibawah pengawasan Fakultas. Dimana Kegiatan LKMM tersebut bukan merupakan termasuk rangkaian kegiatan Ospek, melainkan sebagai wadah pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa FKIK UNIB,” terang Purna Herawan, Sabtu (3/5).

Herawan menyampaikan, LKMM lokal merupakan tahap kedua kaderisasi setelah LKMM Dasar yang merupakan bagian alur kaderisasi dan pembinaan, sebagaimana yang telah diatur dan tertera dalam alur kaderisasi berjenjang ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia).

“Secara umum, rangkaian kegiatan LKMM meliputi pemaparan materi oleh narasumber, focus group discussion (FGD), simulasi, dan ice breaking,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Herawan, Kegiatan LKMM telah dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, tidak bersifat memaksa dan pastinya atas izin serta pengawasan dari pihak fakultas.

“Panitia memastikan tidak ada potensi kekerasan, bullying, atau tekanan dalam bentuk apa pun kepada peserta,” tegasnya menjabat pemberitaan terkait dugaan tudingan orang tua mahasiswa FKIK atas kegiatan di Kampus.

Dalam pemberitaan sejumlah media online, sejumlah orang tua mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bengkulu menyampaikan keresahan atas kegiatan yang digelar anggap mereka adalah kegiatan ospek yang diduga tidak termasuk dalam agenda resmi kampus.

Bahkan orang tua mahasiswa yang namanya minta dirahasiakan itu, mempertanyakan tujuan dan legalitas kegiatan tersebut.

“Kami heran, kenapa harus ikut ospek lagi? Bukankah ospek hanya dilakukan satu kali untuk mahasiswa baru?” ungkap orang tua mahasiswa, yang meminta identitasnya dirahasiakan seperti yang diberitakan media online lokak.

Perlu diketahui, ISMKI singkatan dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia. ISMKI ini merupakan organisasi mahasiswa kedokteran terbesar dan paling representatif di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1969 melalui deklarasi Cimacan.

Saat ini, ISMKI terdiri dari sekitar 90 anggota institusi yang mewakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia.

ISMKI aktif mengadakan berbagai kegiatan, seperti Indonesia Medical Student Summit, Indonesia Medical Olympiad, Bulan Bakti, dan National School of Leadership. ISMKI bertujuan untuk mengembangkan pendidikan kedokteran dan kesehatan masyarakat. Dengan Visi dan Misi yang kuat untuk menciptakan perubahan positif di bidang kesehatan. [kiw]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here