RAKYAT DAERAH – Ditengah kondisi efisiensi anggaran yang menjadi tantangan bagi banyak organisasi mahasiswa. UKM Pencinta Alam Sosial Politik (Palasostik) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu mengambil langkah proaktif dengan menggelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan Organisasi (PPKO).
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan tata kelola organisasi, Palasostik Fisip Unib mengadakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Organisasi (PPKO) dengan bertema “Mengembangkan Skill Pembukuan Keuangan yang Akurat, Terstruktur dan Terorganisir”.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari, pada Minggu, 13 April 2025, bertempat di Gedung Laboratorium Fisp Unib, Ruang Internasional Meeting Room.
Peserta dan tamu undangan yang hadir terdiri dari mahasiswa perwakilan Ormawa, Hima, dan organisasi pencinta alam se–Provinsi Bengkulu turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis dalam mengelola keuangan organisasi, mulai dari penyusunan laporan keuangan, pengalokasian dana, hingga mekanisme pengawasan anggaran yang efektif.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Novi Hendrika Jaya Putra selaku Pembina UKM Palasostik. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Palasostik dalam menyelenggarakan pelatihan ini.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa lebih bijak dalam mengelola keuangan organisasi dan memiliki bekal yang baik bagi tiap organisasi,” ungkapnya.
Dua narasumber kompeten turut dihadirkan dalam pelatihan ini, yakni Madani Hatta, S.E., M.Si., Ak., selaku akademisi di bidang akuntansi dan keuangan, serta Christina Jayanti Sinaga, S.IP., seorang praktisi organisasi yang telah berpengalaman dalam tata kelola keuangan.
Materi dan praktik dalam Pelatihan Pengelolaan Keuangan Organisasi ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengelola keuangan organisasi secara profesional.
Peserta diajak untuk memahami konsep dasar pengelolaan keuangan yang mencakup tahapan perencanaan, penyusunan anggaran, hingga penatausahaan keuangan yang baik dan benar.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis transaksi keuangan serta fungsi dan perbedaan dari elemen penting dalam pembukuan seperti buku besar, neraca saldo, jurnal umum, dan laporan laba rugi.

Ketua Umum Palasostik Fisip Unib, Muhammad Thoriq Savero menyatakan, rasa bangganya terhadap kesuksesan penyelenggaraan pelatihan ini.
“Ini luar biasa bagi kami. Pelatihan ini membuka cakrawala pengetahuan baru bagi peserta tentang pengelolaan keuangan organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dari PALASOSTIK untuk menjawab tantangan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi oleh berbagai organisasi saat ini.
“Kami ingin pelatihan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan pengembangan kapasitas. Semoga pelatihan seperti ini dapat terus dilanjutkan agar mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan keuangan di masing-masing organisasi,” tambah Thoriq.
Lebih dari itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat memperkuat profesionalisme dan transparansi dalam tubuh organisasi, khususnya PALASOSTIK sendiri. Dengan manajemen keuangan yang baik, PALASOSTIK berharap dapat memperluas jejaring dan membangun kerja sama yang lebih luas dengan pihak eksternal ke depannya.[***]






