
RAKYAT DAERAH – Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, menjadi lokasi Gala Dinner Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 yang mempertemukan pimpinan dan delegasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari berbagai wilayah di Indonesia, Kamis (20/8) malam.
Mengusung tema “Malam Pesona Bumi Merah Putih Menyatukan Negeri”, acara penyambutan tersebut dikemas dengan nuansa budaya Bengkulu. Para tamu tidak hanya menikmati jamuan makan malam, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat sejarah, seni, budaya, hingga kuliner khas daerah.
Dentuman musik dol membuka rangkaian acara dan menghadirkan nuansa khas Bengkulu. Penampilan tari persembahan kemudian menyambut para tamu, dilanjutkan hiburan dari band lokal Bengkulu, Cholesterol.
Suasana semakin semarak dengan sajian berbagai kuliner khas Bengkulu. Pesta durian juga menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian para delegasi.
Gala dinner tersebut dihadiri Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo yang juga Direktur Utama Bank Jakarta, jajaran direksi BPD se-Indonesia, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, serta unsur Forkopimda Kota Bengkulu.
Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Bengkulu untuk menyambut para tamu dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Menurutnya, hampir 160 delegasi dari berbagai BPD hadir dalam rangkaian Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026.
“Selamat datang saya ucapkan kepada seluruh tamu undangan dari delegasi berbagai daerah yang telah hadir pada acara gala dinner dalam rangka kegiatan Undian Nasional Tabungan Simpeda yang digelar di Bengkulu,” ujar Iswahyudi.
Ketua Asbanda Agus H. Widodo mengapresiasi Bank Bengkulu yang telah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan nasional ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga memperkuat hubungan dan sinergi antar-BPD dalam mendukung pembangunan daerah.
“Atas nama Asbanda, saya ucapkan terima kasih kepada tuan rumah Bank Bengkulu dalam rangka kegiatan Undian Nasional Tabungan Simpeda. Hal inilah yang menyatukan kita dalam pembangunan daerah,” kata Agus.
Ia mengatakan, setiap BPD memiliki keunggulan dan karakteristik masing-masing. Namun, perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun kerja sama dan sinergi.
“Kita mungkin dari 27 Bank Pembangunan Daerah mempunyai kekuatan berbeda, akan tetapi kita mempunyai visi dan misi yang sama serta kerja sama yang baik dan sinergi antar-Bank Pembangunan Daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi berharap kehadiran para pimpinan dan delegasi BPD se-Indonesia tidak hanya menjadi agenda pertemuan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Bengkulu secara lebih luas kepada masyarakat Indonesia.
“Saya ucapkan selamat datang seluruh delegasi dari direksi Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia di Kota Bengkulu,” ujar Dedy.
Dedy mengungkapkan, sejak awal dirinya mendorong agar kegiatan Asbanda dapat dilaksanakan di Bengkulu sehingga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah.
“Setelah dilantik saya sempat berkomunikasi kepada Direktur Bank Bengkulu agar Asbanda diarahkan ke Bengkulu, agar ekonomi ini bergerak,” katanya.
Pemilihan Benteng Marlborough sebagai lokasi gala dinner juga memiliki makna tersendiri. Selain menjadi salah satu peninggalan bersejarah, benteng yang dibangun pada masa kolonial Inggris tersebut merupakan salah satu ikon wisata Kota Bengkulu.
Semula, gala dinner direncanakan digelar di Balai Kota Merah Putih. Namun, setelah melalui pembahasan, lokasi acara kemudian dipindahkan ke Benteng Marlborough.
Konsep jamuan pun dirancang untuk membawa para delegasi lebih dekat dengan kekayaan Bengkulu. Berbagai kuliner tradisional dihadirkan, termasuk durian, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan cita rasa dan kekayaan budaya Bumi Rafflesia.
Dengan konsep tersebut, Gala Dinner Simpeda 2026 tidak sekadar menjadi agenda penyambutan, tetapi juga menjadi momentum bagi Bengkulu untuk memperkenalkan identitas, sejarah, budaya, serta potensi daerah kepada para tamu dari seluruh Indonesia.[red]





