Momen HUT RI Ke 81, Momentum Elemen Masyarakat Bengkulu Berkomitmen Bangun Negeri

0
15
Bersama masyarakat petani, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Enggano Jaya, Robalia, warga Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara serukan perjuangan terus membangun Negeri. dok_ist

RAKYAT DAERAH – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk ikut mendorong pembangunan dan menyukseskan berbagai program pemerintah.

Semangat tersebut disampaikan sejumlah elemen masyarakat di Bengkulu, mulai dari petani, buruh hingga mahasiswa. Mereka berharap kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki usia 81 tahun semakin memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan dan pembangunan nasional.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Enggano Jaya, Robalia, warga Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, mengatakan program cetak sawah melalui dukungan corporate social responsibility (CSR) telah memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, pembukaan lahan pertanian tersebut menjadi peluang bagi warga untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan. Namun, persoalan pengairan masih menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian agar hasil pertanian dapat lebih optimal.

“Cetak sawah ini sangat membantu kami, khususnya warga Malakoni. Kami berharap program ini bisa membuat masyarakat semakin sejahtera,” kata Robalia.

Ia berharap pemerintah dapat mendukung pembangunan jaringan irigasi air tanah di wilayah tersebut. Infrastruktur pengairan dinilai penting untuk meningkatkan intensitas tanam sekaligus mendorong peningkatan hasil panen petani.

“Kalau pengairannya maksimal, yang biasanya kami panen satu kali bisa ditingkatkan menjadi tiga kali panen. Karena itu kami berharap ada dukungan untuk jaringan irigasi air tanah,” ujarnya.

Robalia menilai dukungan terhadap sektor pertanian merupakan salah satu bentuk nyata masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani perlu terus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

Ketua DPC KSPSI Kabupaten Rejang Lebong, Edi Sarmiki.dok_ist

Dari kalangan pekerja, Ketua Dewan Pengurus Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Rejang Lebong, Edi Sarmiki, turut menyampaikan harapan agar kemerdekaan semakin dirasakan oleh kelompok buruh.

Ia berharap pemerintah terus menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan pekerja, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan terhadap buruh.

“Semoga Indonesia semakin maju dan berkembang serta semakin menyejahterakan buruh melalui program-program yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan hidup para buruh,” kata Edi.

Ketua IMM Bengkulu, Kevin Aldo.dok_ist

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu, Kevin Aldo, mengajak generasi muda menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk melakukan refleksi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, usia 81 tahun merupakan fase penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Momentum ini harus menjadi ruang refleksi bagi kita semua. Kita perlu terus menjaga persatuan, merawat demokrasi dan menegakkan keadilan,” kata Kevin.

Ia mengatakan mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pembangunan, antara lain dengan menjaga lingkungan, menghormati perbedaan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah persatuan.

Kevin juga mendorong agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat diselesaikan melalui dialog dan cara-cara damai.

“Jangan mudah terprovokasi. Persoalan harus diselesaikan melalui dialog dengan cara yang damai dan bijaksana. Kita ingin Indonesia ke depan menjadi negara yang kuat, berdaulat, adil dan makmur,” ujarnya.

Beragam harapan tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan di tengah masyarakat tidak berhenti pada perayaan. Petani mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan, buruh berharap memperoleh kehidupan yang lebih layak, sedangkan mahasiswa menyerukan penguatan persatuan, demokrasi dan keadilan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata sesuai peran masing-masing dalam membangun Indonesia.[red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here