RAKYAT DAERAH – Moral Bupati Bengkulu Selatan (BS) Gusnan Mulyadi yang tengah cuti karena kembali mencalonkan diri calon sebagai Bupati Bengkulu Selatan patut dipertanyakan. Bagaimana tidak, tergerusnya moral seorang pemimpin rakyat Bengkulu Selatan itu terlihat dari perkataannya, dimana Gusnan dihadapan para petugas Bawaslu dengan lantang mengatakan siap memotong telinga dan bahkan kata kotor keluar dari mulut Paslon nomor urut 2 itu mengatakan siap memotong alat kelaminnya (P*l*t).
Tak hanya itu, Gusnan menuding bawah calon kelapa daerah yang bertarung di Pilkada 2024 akan melakukan serupa dengan dirinya dalam memenangkan pencalonan sebagai Cakada.
Perkataan itu dilontarkan Gusnan Mulyadi saat pihak Bawaslu Bengkulu Selatan mendatangi posko pemenangan pasangan nomor urut 2 Gusnan Mulyadi Yang diduga mengumpulkan kepala dinas dan aparatur sipil negara (ASN) yang kuat disinyalir membahas memenangkan dirinya.
Perkataan yang tidak etis itu, terekam dalam video berdurasi 5 menit 37 detik. Dalam video itu Gusnan Mulyadi yang duduk dikursi plastik wrnah merah, menggunakannya baju dan celana warna biru itu berbicara dengan anggota Bawaslu yang diperkirakan sekitar tujuh orang itu. Saat itulah Gusnan Mulyadi melontarkan kata dirinya akan memotong telinga dan alat kelaminnya.
“Mendukung dalam artian, mereka anak ponakanku, dan begitu juga calon yang lain, Munafik calon lain tidak melakukan seperti saya, mohon maaf nian, terakhir telingau (bahasa daerah artinya potong telinga, red) dan tetak P*L**,” kata Gusnan dalan video dihadapan petugas Bawaslu Bengkulu Selatan.
Dalam video itu, Gusnan mengungkapkan ASN yang datang ke posko atau ke kediamannya itu masih keluarganya. Dan wajar jika keluarga mendatangi dirinya.
“Adanya ASN yang datang ke posko pemenangan lnya, Gusnan berdalih mareka (ASN,red) datang hanya ingin berkonsultasi soal program dan pelaksanaan pemerintahan,” ujar Gusnan.
Sementara it, dalam video tersebut salah satu pihak Bawaslu mengatakan bahwa kedatangan pihaknya ke posko pemenangan Gusnan Mulyadi itu berdasarkan laporan yang masuk ke Bawaslu.
“Jika kedatangan para ASN itu urusan kerja Diusahakan dirumah jangan di posko kemenangan,” kata salah satu petugas Bawaslu Bengkulu Selatan itu kepada Gusnan Mulyadi.
Menjawab pertanyaan pihak Bawaslu, Gusnan menyampaikan dirinya tidak memiliki rumah lagi untuk di diami sebagai rumah privasinya.
“Kemanau aku pindah, dalai rumah sewaan. Aku pindah,” tutur Gusnan dengan dialek bahasa suku Serawai.
Tak hanya itu, salah satu petugas Bawaslu Bengkulu Selatan menegaskan, jangan pakai baju ASN, mobil dinas. Boleh-boleh saja, masyarakat melihat pertahana, jadi sorotannya berbeda dengan calon lain,” sampainya.
Terkait beredarnya video itu, Rakyat Daerah masih melakukan usaha mengkonfirmasi ke pihak Bawaslu Bengkulu Selatan. Termasuk perbuatan yang tidak etis yang dikeluarkan dari mulut seorang pemimpin Bengkulu Selatan itu.
Diketahui Gusnan Mulyadi mencalonkan dirinya kembali berpasangan dengan II Sumirat yang diketahui adik kandung dari Cakada Pertahanan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Pasangan Gusna Mulyadi – Ii Sumirat itu didukung partai Golkar, Nasdem dan PKS. [026]






