
RAKYAT DAERAH – Program pencanangan Sanator Peduli Ketahan Pangan oleh DPD RI di Desa Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Menjadi momentun kebanggan bagi Pemerintah Kabupaten Benteng dan masyarakat atas ditujuknya Benteng sebagai percontohan perdana dalam program Senator Peduli Ketahanan pangan.
Dalam acara Senator Peduli Ketahanan Pangan yang langsung dihadiri Ketua DPRD RI Sultan B Najamuddin beserta anggota DPRD wilayah sumatera, hadir juga Wakil Menteri Pertanian (Wamen) RI Sudaryono l, Wakil Menteri Kehutan Rohmat Marzuki, Serta jajajan pejabat pusat dan furkompinda dilingkungan provinsi Bengkulu dan kabupaten Bengkulu Tengah.
Diketahui acara Senator Peduli Ketahanan Pangan dilakukan perdana dan serentak di empat daerah di Indonesia, dengan mengangkat tema. Menanam Jagung, Jaga Pangan untuk bumi lestari Rakyat Sejahtera. Dimana selain menanam, para senator juga melakukan Penyebaran beni ikan, penanaman sejuta pohon.
Dalam kesempatan itu, Bupati kabupaten Bengkulu Tengah, Rachmat Rianto mengungkapkan, dirinya mewakili rakyat Bengkulu Tengah serta Pemerintah Bengkulu Tengah dan seluruh mengucapkan selamat datang ketua DPD RI, seluruh anggota DPRD RI, Wamentan, Wamenhut, di Bumei Maroba Kite Maju.
“Dipilihnya Benteng menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Benteng, kerena hal itu menunjukkan perhatian besar dari lembaga negara pemerintah pusat terhadap upaya pembangunan ketahanan pangan di daerah,” terang Rachmat, Sabtu (27/9).
Rachmat menyampaikan, sebagaimana yang diketahui, pangan adalah pondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, dirinya menyadari tantangan ketahan pangan semakin komplek, perubahan iklim, ahli fungsi lahan, keterbatasan teknologi dan permodalan, serta fluktuasi pasar gelora menjadi faktor yang perlunkita hadapi bersama sama.
Maka dari itu, lanjut Rachmat, bersama, bersinergi dan bergotong royong, menjadi sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan Nusantara. Dengan kelaborasi, sangat penting mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional. Dengan program DPD RI, peduli ketahan pangan memiliki arti yang sangat startegi, Sehingga permasalahan dilapangan bisa diidentifikasi dan solusi yang tepat.
“Kami berharap bisa melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan serta dukungan nyata dari DPD RI untuk memperkuat ketahanan pangan, baik melalui regulasi, penganggaran maupun advokasi ditingkat nasional maupun daerah,” tutur Bupati Benteng.
Rachmat menjelaskan, Pemerintah Benteng pada Tahun 2024 lalu, telah mealokasikan Rp 2,34 miliar melalui APBD untuk kegiatan pebaikan irigasi dan bantuan benih, serta ditahun sama, Pemkab Benteng mendapatkan bantuan dari APBN senilai Rp 644 juta untuk kegiatan pipanisasi dan bantuan pompa air.
Sedangkan ditahun 2025, sampai Rachmat, Pemkab Benteng kembali menganggarkan Rp2,27 Miliar untuk kegiatan perbaikan jaringan irigasi dan bantuan benih. Sedangkan dari APBN mendapatkan peningkatan Senilai Rp 2,8 Miliar untuk kegiatan optimalisasi lahan non rawa.
“Dari anggaran itu, kami sadari belum cukup untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan. Dalam kesempatan baik ini kepada ketua DPD RI dan Wamentan dapat memberikan perhatian dan Porsi yang lebih besar karena daerah kami ini fiskalnya sangat rendah dan mengandalkan dan bergantung transfer dari pusat,” harapnya.
Rachmat menambahkan Pemkab Benteng akan terus berinovasi dan mendorong pemanfaatan teknologi pertanian pengembangan pertanian terpadu, serta peningkatan nilai tambah. Upaya ini demi mewujudkan kabupaten Bengkulu Tengah yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada ketua DPD dan seluruh anggota DPRD RI atas kepedulian kepada kabupaten Bengkulu Tengah. Semoga kegiatan hari ini semakin langkah semoga kelaborasi pusat dan daerah dalam mewujudkan kedaulatan pangan serta Indonesia lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Diketahui, dalam acara itu Ketua DPRD RI Sultan B Najamuddin secara simbolik memberikan bantuan benin jagung untuk 3000 hektar senilai uang Rp 2,7 Miliar serta bantuan pupuk Nitrea dan Phonska plus kepada Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Rianto.[026]





