RAKYAT DAERAH – Dunia selalu diingat setiap tanggal 11 September, dimana adantmya serangan teroris di Amerika Serikat. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2001 ini bukan sekadar serangan biasa, melainkan pesawat yang dibajak kelompok teroris menabrak menara kembar World Trade Center (WTC), New York, dan Pentagon di Virginia, Amerika Serikat (AS).
Mengutip Encyclopedia Britannica, peristiwa 9/11 atau serangan 11 September 2001 merupakan rangkaian pembajakan pesawat komersial yang dilakukan oleh 19 militan al-Qaeda. Mereka melakukan serangan bunuh diri dengan menabrakkan pesawat ke gedung-gedung penting di New York dan Washington DC.
Serangan ini menewaskan hampir 3.000 orang, termasuk 2.750 korban di New York. Tragedi tersebut juga menewaskan lebih dari 400 petugas polisi dan pemadam kebakaran yang bergegas ke lokasi untuk menyelamatkan korban.
Aksi ini dipimpin oleh Osama bin Laden, pemimpin kelompok militan al-Qaeda. Osama meyakini Amerika Serikat adalah negara yang lemah, pandangan yang terbentuk setelah melihat penarikan pasukan AS dari Lebanon (1983), Somalia (1993), serta kekalahan di Vietnam pada 1970-an.
Al-Qaeda menuduh AS dan sekutunya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas konflik di dunia Muslim. Dengan ideologi itu, mereka merencanakan serangan terkoordinasi dengan melibatkan empat pesawat komersial dan tim pembajak yang telah dilatih, termasuk pilot.
Kronologi berawal pukul 08.46 pagi waktu setempat, pesawat American Airlines Flight 11 menabrak menara utara WTC di New York.
Kemudian, pukul 09.03 waktu setempat, pesawat United Airlines Flight 175 menghantam menara selatan WTC. Lalu, pukul 09.37 waktu setempat, pesawat American Airlines Flight 77 menabrak Pentagon di Arlington, dekat Washington DC.
Selanjutnya, pukul 10.03 waktu setempat, Pesawat United Airlines Flight 93 jatuh di lapangan Pennsylvania setelah penumpang berusaha melawan para pembajak.
Dalam waktu kurang dari dua jam, kedua menara kembar setinggi 110 lantai runtuh, meninggalkan awan debu raksasa dan kehancuran total di Manhattan.
Sebulan setelah tragedi ini, Presiden George W. Bush meluncurkan operasi militer ke Afghanistan untuk memburu al-Qaeda dan Taliban yang melindungi Osama bin Laden.
Tahun 2003, Khalid Sheikh Mohammad selaku otak di balik serangan berhasil ditangkap di Pakistan.
Tahun 2011, pasukan khusus AS akhirnya menemukan dan membunuh Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan.
Meski al-Qaeda kini tidak lagi sekuat dulu, kelompok ini masih aktif di beberapa wilayah, terutama Afrika Sub-Sahara dan Afghanistan. Dikutip Jatim Times. [TIM]






