28 Agustus Tercatat Sebagai Demonstrasi Terbesar Melibatkan Mahasiswa dan Pelajar

0
391

RAKYAT DAERAH – Sedikitnya ribuan mahasiswa dan pelajar memenuhi kawasan Senayan, membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi, Kamis (28/8/2025). Mereka turun ke jalan menuntut perubahan. Seperti isu pendidikan, biaya hidup yang kian menekan, hingga protes terhadap kebijakan pemerintah terbaru.

Awalnya, aksi berlangsung damai. Orasi silih berganti terdengar lewat pengeras suara, lagu-lagu perjuangan berkumandang, dan barisan massa membentuk lingkaran di depan kompleks gedung DPR/MPR. Namun, ketegangan mulai meningkat ketika aparat kepolisian mempertebal barisan di pintu masuk, lengkap dengan tameng, gas air mata, dan kendaraan taktis.

Menjelang sore, gesekan tak terhindarkan. Sekelompok pelajar mencoba menerobos kawat berduri, melempar botol plastik dan batu kecil. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata. Suasana yang semula riuh berubah menjadi kacau: massa berlarian, sebagian berteriak karena sesak napas, sementara yang lain tetap bertahan sambil menyalakan flare dan memukul-mukul pagar besi.

Benturan makin sengit di sekitar Jalan Gerbang Pemuda. Aparat melakukan dorongan maju dengan tameng, mahasiswa melawan dengan melemparkan petasan dan mengangkat barikade darurat dari papan kayu serta kursi jalanan. Suara sirene, ledakan gas air mata, dan teriakan bercampur jadi satu, menutup langit Jakarta sore itu.

Banyak demonstran terpaksa mundur ke arah Stadion Gelora Bung Karno, tapi sebagian tetap bertahan di simpang lampu merah. Ambulans lalu-lalang membawa korban yang pingsan akibat gas air mata maupun luka pukulan. Sementara itu, beberapa jurnalis berusaha merekam situasi, meski berkali-kali terhalang oleh kepulan asap dan desakan massa.

Menjelang malam, kawasan Senayan masih tegang. Polisi terus menjaga barikade, sedangkan mahasiswa bertekad melanjutkan aksi di hari-hari berikutnya. Bentrokan 28 Agustus 2025 di Senayan pun tercatat sebagai salah satu demonstrasi terbesar yang melibatkan pelajar dan mahasiswa, memperlihatkan bahwa suara muda belum padam meski jalan yang mereka tempuh penuh risiko. DikutipbHukumonline.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here