Soal Kegiatan Rombongan Pemkot Di Yogyakarta, Jevie Sartika : Harus Bermanfaat & Tetap Sesuai Aturan 

0
550

RAKYAT DAERAH– Viralnya informasi yang berseliweran di dunia media sosial, terkait Ramai-ramainya Pejabat dilingkungan Pemkot Bengkulu melakukan kegiatan ke luar daerah. Mendapatkan perhatian dariKetua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Pengawas Birokrasi (Gemawasbi) Provinsi Bengkulu Jevi Sartika.

“Kegiatan perjalanan dinas yang dilakukan tidak jadi soal. Sebab, kita menyakini Kegiatan itu sudah memiliki pertimbangan dan perencanaan yang matang. Intinya semua kegiatan yang menggunakan APBD harus bisa bermanfaat untuk daerah terutama program yang dicanangkan oleh Walikota Bengkulu,” terang Jevie kepada Jurnalis rakyatdaerah.com, Jumat (8/8).

Jevie mengungkapkan, pihaknya akan terus mendukung semua kegiatan yang dilakukan walikota dan wakil walikota Bengkulu terutama untuk kemajuan Kota Bengkulu khususnya bidang pariwisata.

“Pemkot Bengkulu harus punya referensi yang kaya untuk membangun pariwisata Kota Bengkulu, baik itu wisata sejarah, alam, budaya. Sehingga pariwisata di Kota Bengkulu bisa naik kelas, baik itu SDM, maupun fasilitas, sehingga warga target wisatawan bisa terpenuhi dan PAD bisa meningkatkan,” terangnya.

Jevi Sartika berpendapat kegiatan studi banding ini merupakan langkah strategis agar Pemkot bisa menilai bagimana pengelolaan pariwisata di daerah lain. Selain  itu Pemerintah Kota Bengkulu dapat menyerap ide dan konsep yang relevan untuk diterapkan di daerah sendiri.

“Sudah sepatutnya pemerintah kota Bengkulu di masa kepemimpinan Dedy Wahyudi bersama Wawali Ronny Tobing membuka ruang partisipasi kepada pihak ketiga. Baik itu dari lembaga, media, mahasiswa, maupun pengusaha, semuanya bisa dilibatkan demi terwujudnya pembangunan pariwisata yang lebih terarah dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar ketua  Gemawasbi.

Sebagai warga kota Bengkulu, Ketua  Gemawasbi Provinsi Bengkulu Jevi Sartika sangat mendukung program Walikota Dedi Wahyudi.  Terkait munculnya isu negatif, pro dan kontra di media sosial yang mempersoalkan keberangkatan Walikota Bengkulu bersama rombongan pejabat eselon 2 ke Yogyakarta, harus perlu diluruskan sehingga tidak memberikan informasi yang mengarah upaya mendiskreditkan kinerja walikota dalam upaya membangun kota Bengkulu.

“Jika ada yang mengatakan kegiatan Walikota dan rombongan sebagai bentuk pemborosan anggaran negara itu tidak seperti yang dipikirkan, apalagi ada yang menyebar isu yang tidak baik. Sebab, Kegiatan Rakernas itu diinisiasi Jaringan Kota Pusaka Indonesia sangat bermanfaat dan penting bagi Pemerintah Kota Bengkulu, untuk saling bertukar pendapat, gagasan, dan program tentang bagaimana mempromosikan wisata kepada para pengunjung dari luar daerah. Terutama berkaiatan dengan pengelolaan obyek wisata yang berstatus cagar budaya dan potensi wisata yang berbasis kearifan lokal masing-masing daerah,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here