RAKYAT DAERAH – Ribuan mahasiswa Yang tergabung dari BEM Universitas Se Provinsi Bengkulu, Organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan se provinsi Bengkulu Senin siang (23/2) menggelar aksi Indonesia gelap di depan gedung DPRD provinsi Bengkulu. Aksi demontrasi yang sempat diwarnai kericuhan itu, ribuan mahasiswa berhasil masuk ke pelataran gedung DPRD provinsi Bengkulu dan menduduki gedung wakil rakyat walaupun akhirnya masa berhasil dipukul mundur oleh aparat kepolisian.
Dari pantauan Jurnalis Rakyat Daerah, masa mahasiswa mulai berdatangan dari beberapa arah hingga berkumpul di depan gedung DPRD provinsi Bengkulu.

Teks Foto : Aksi Mahasiswa berhasil menduduki pelataran gedung DPRD provinsi Bengkulu.
Dimana mahasiswa aksi memulai orasinya dan memutar Lagu Sukatani, Bayar, Bayar, Bayar. Dimana lagu yang tengah viral ini liriknya mengkritik polisi yang salah satu liriknya berbunyi bayar, bayar, bayar polisi.
Setelah melakukan orasi, massa yang meminta anggota DPRD provinsi Bengkulu untuk menemui masa tak kunjung datang dengan alasan anggota DPRD provinsi Bengkulu Tengah melakukan reses.


Teks foto: beberapa mahasiswa berpose setelah merebut tameng/alat pengendalian masa pihak kepolisian.
Lama menunggu, akhirnya masa mulai terlihat ricuh dengan membakar ban, dan mulai mendesak barikade polisi yang melakukan pengamanan. Aksi saling dorong terjadi hingga polisi terpaksa menembakan air dari mobil watercanon.
Walaupun demikian, tidak menyurutkan aksi masa mahasiswa, dimana masa yang terus mendesak berhasil menjebol pagar gedung DPRD provinsi Bengkulu dan berhasil masuk ke pelataran gedung DPRD provinsi Bengkulu. Dan terlihat masa naik ke lantai atas gedung DPRD provinsi Bengkulu dan duduk di pelataran teras di lantai dua.
“Informasi yang kita peroleh massa aksi ada sekitar 1.500 massa yang akan datang ikut aksi,” ungkap PS Kasi Humas Polresta Bengkulu Iptu Endang Sudrajat, Senin (24/2).
Sementara itu, Koordinator aksi Rizki Febrian mengaku ada 9 poin tuntutan yang mereka suarakan hari ini.
“Kurang lebih ada ratusan aliansi mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam demo. Aksi turun ke jalan ini dilakukan dalam rangka meminta pertanggungjawaban pemerintah mengenai situasi negara yang memburuk. Pastinya kita menuntut, terkait isu-isu yang beredar, serta banyaknya peraturan yang tidak berpihak pada rakyat dan tidak memenuhi prinsip demokrasi serta keadilan,” terangnya.
Berikut sembilan tuntutan utama yang disuarakan mahasiswa.
1. Menuntut pemerintah untuk merevisi Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
2. Mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset.
3. Mendesak pmerintah untuk mengevaluasi kinerja Polri.
4. Menolak RUU TNI/Polri.
5. Menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi progam MBG.
6. Menolak pencabutan status honorer.
7. Menolak UU Minerba.
8. Mendesak pemerintah mewujudkan reforma agraria sejati sert meninjau PSN yang bermasalah.
9. Menolak segala bentuk aktivitas pertambanga, perkebunan, yang mewujudkan deforestasi.
Aksi menduduki gedung wakil rakyat itu tak berlangsung lama, polisi berhasil memukul mundur masa hingga ke pinggir jalan tepatnya didepan gedung DPRD provinsi Bengkulu. Dari pantauan sementara aksi ini tidak ada korban jiwa ataupun mahasiswa yang diamankan.
Hingga berita ini diturunkan massa masih bertahan di depan gedung DPRD provinsi Bengkulu. Namun, dari keterangan pihak kepolisian, jika menjelang malam masa tidak membubarkan diri, kemungkinan besar pihak kepolisian akan membubarkan paksa.





