DPRD Minta Pemkab Lengkapi Alat Dental Di Puskesmas

0
3
Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Utara, Agustanto.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Keluhan masyarakat terkait belum optimalnya pelayanan kesehatan gigi di sejumlah puskesmas di Kabupaten Bengkulu Utara turut mendapat perhatian Komisi I DPRD Bengkulu Utara.

Minimnya ketersediaan alat dental sebagai penunjang pelayanan menjadi persoalan yang diminta segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan.

Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Utara, Agustanto, meminta Dinas Kesehatan agar serius menyikapi persoalan tersebut.

Menurutnya, keberadaan dokter gigi di puskesmas semestinya didukung dengan ketersediaan fasilitas dan peralatan medis yang memadai, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Agustanto menegaskan, apabila keterbatasan atau ketiadaan alat dental menjadi kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi.

Maka pemerintah daerah harus segera mencari solusi konkret, salah satunya melalui pengadaan peralatan yang dibutuhkan.

Ia secara khusus mendorong agar pengadaan alat dental diprioritaskan pada puskesmas yang telah memiliki dokter gigi, terutama dokter gigi berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Menurutnya, keberadaan tenaga medis tanpa didukung peralatan yang memadai akan membuat pelayanan kesehatan tidak berjalan maksimal.

Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi menyulitkan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan gigi di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

“Kalau memang kendalanya karena tidak tersedia alat dental, kami minta Dinas Kesehatan segera mengupayakan pengadaannya.

Terutama puskesmas yang sudah memiliki dokter gigi sehingga tenaga medis yang tersedia bisa memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat,” tegas Agustanto.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keterbatasan kemampuan anggaran daerah tidak seharusnya menjadi alasan untuk membiarkan kebutuhan fasilitas kesehatan tersebut tanpa solusi.

Apabila APBD belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pengadaan alat dental, pemerintah daerah dapat berupaya mengusulkan bantuan melalui kementerian terkait sesuai dengan program dan mekanisme yang tersedia.

Agustanto menilai, pemenuhan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan gigi harus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di Kabupaten Bengkulu Utara.

Ia mengingatkan, masyarakat membutuhkan pelayanan yang mudah dijangkau, baik dari sisi lokasi maupun biaya.

Karena itu, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama harus mampu memberikan pelayanan sesuai kapasitas dan didukung sarana prasarana yang memadai.

Di sisi lain, Agustanto mengakui bahwa keterbatasan peralatan dapat menyebabkan pelayanan kesehatan gigi di puskesmas tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan tindakan tertentu terpaksa mencari pelayanan di praktik dokter gigi mandiri atau fasilitas kesehatan lainnya.

Kondisi tersebut dinilai dapat menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama bagi warga yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

“Ketika alat pendukungnya tidak tersedia, tentu pelayanan tidak bisa berjalan optimal. Masyarakat akhirnya harus mencari pelayanan di praktik mandiri, yang tentunya membutuhkan biaya tambahan. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Secara kelembagaan, Agustanto menegaskan bahwa Komisi I DPRD Bengkulu Utara mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk pemenuhan fasilitas dan peralatan medis di puskesmas.

Ia berharap pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi terhadap kebutuhan alat dental di seluruh puskesmas.

Sehingga pengadaan dapat direncanakan berdasarkan kondisi riil di lapangan dan tingkat kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan.

Dengan demikian, keberadaan dokter gigi di puskesmas tidak hanya memenuhi kebutuhan tenaga pelayanan. Tetapi juga didukung sarana yang memadai untuk menunjang pelayanan kesehatan gigi masyarakat secara lebih optimal.

Agustanto kembali menekankan bahwa persoalan tersebut perlu ditangani secara serius dan terukur.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan tenaga medis.

Tetapi juga harus diiringi pemenuhan fasilitas penunjang agar masyarakat memperoleh pelayanan yang layak, mudah diakses, dan terjangkau.[adv]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here