BPBD Kota Bengkulu Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal

0
27
Kalak Badan BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah titik terdampak bencana di wilayah Kota Bengkulu.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah titik terdampak bencana di wilayah Kota Bengkulu, 25 Mei 2026 guna memastikan kondisi terkini serta langkah penanganan darurat yang dilakukan petugas di lapangan.

Pemantauan dilakukan di beberapa lokasi yang terdampak banjir, di antaranya Perumahan Puri Lestari, Kelurahan Kandang Mas, serta kawasan Kelurahan Rawa Makmur.

Selain itu, Kalaksa BPBD juga meninjau lokasi tanah longsor di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Sumur Dewa yang mengalami pergerakan tanah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Di Perumahan Puri Lestari, genangan air masih terlihat menggenangi sejumlah ruas jalan dan pekarangan warga. Sementara di Kelurahan Rawa Makmur, petugas melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak serta memantau perkembangan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Sedangkan di TPU Kelurahan Sumur Dewa, longsoran tanah menyebabkan sebagian area pemakaman mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena berpotensi membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana mengatakan, bahwa pemantauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah-langkah penanganan yang dilakukan berjalan dengan baik.

“Kami turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi terkini dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah Kota Bengkulu. Dari hasil pemantauan, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan pemerintah setempat guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,”ujar I Made Ardana.

Ia menjelaskan bahwa BPBD Kota Bengkulu telah menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan berkelanjutan, pendataan dampak bencana, serta memberikan respons cepat apabila terjadi peningkatan kondisi darurat di lapangan.

“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Warga yang berada di daerah rawan banjir maupun longsor agar segera melapor kepada pemerintah setempat atau BPBD apabila melihat tanda-tanda yang dapat memicu bencana, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan,” tambahnya.

Menurutnya, intensitas hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama terjadinya banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kota Bengkulu.

Oleh karena itu, BPBD terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.

BPBD Kota Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan saluran drainase, serta menghindari aktivitas di area yang berpotensi mengalami longsor saat hujan deras berlangsung.

Melalui pemantauan langsung yang dilakukan tersebut, pemerintah berharap seluruh langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan.[adv]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here