Ketua Umum JMSI Perintahkan Kampanyekan Lagi Aksi Penembakan Tokoh Pers Bengkulu Rahmandani 

0
24
Teguh Santosa, Pendiri Kantor Berita Politik Republik Merdeka Online (RMOL).

RAKYAT DAERAH – Dalam pelantikan Pengurus daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu, Senin kemarin (27/4). Ketua Umum JMSI Teguh Santosa secara langsung menyampaikan JMSI harus kembali mengkampanyekan penanganan kasus penembakan terhadap tokoh Pers Bengkulu Rahmandani yang juga menjabat Sekretaris Jenderal JMSI.

Dikatakan Teguh, dirinya mengapresiasi terhadap kerja Polri terutama Polda Bengkulu, namun itu hanya diawal dan sampaikan saat ini kasus ini tidak terungkap dan tidak ada kejelasan pasti.

“Bung Rahimandani ini, hidupnya sampai sekarang terus dihantui akan kembalinya lagi pelaku penembakan itu. Tidak nyayak lagi tidur, harus selalu takut dan berhati -hati saat keluar rumah. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, dan harus ditangkap siapa pelaku penembakan itu,” tegas Teguh.

Teguh yang pernah menjabat Wakil Rektor Universitas Bung Karno menyampaikan untuk kembali mengkampanyekan dan mempertanyakan kembali Pengusutan kasus penembakan itu.

“Awalnya kita sangat mengapresiasi kerja Polda Bengkulu, tapi sampai hari ini semakin tidak jelas. Saya minta kawan-kawan di JMSI bisa kembali mengkampanyekan pengungkapan peristiwa penembakan Rahimandani,” ujar Ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia-DPRK usai menyaksikan penandatanganan MoU JMSI Bengkulu dengan Kanwil HAM Bengkulu di Hotel Mercure.

 

Perlu diketahui, Kasus penembakan Rahiman Dani tokoh pers pendiri rakyatdaerah.com yang juga salah satu pelopor perkembangan media digital di provinsi Bengkulu dan tokoh Muhammadiyah serta akademi (Saat ini menjabat Rektor Universitas Pat Petulai Rejang Lebong) menunggu rasa keadilan terhadap dirinya, apa yang dialaminya pada Jumat, 3 Februari 2023, di Pematang Gubernur, Kota Bengkulu. Korban ditembak oleh dua orang tak dikenal (OTK) berhelm saat berjalan ke masjid, menyebabkan luka serius di bahu dan tangan. Pelaku diduga profesional dan hingga 2026 kasusnya belum terungkap. [red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here