RAKYAT DAERAH – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu kembali melakukan tindakan tegas terhadap pedagang yang membandel berjualan di badan jalan dan Daerah Milik Jalan (DMJ) kawasan Pasar Panorama, Rabu (18/2/2026). Fokus penertiban menyisir sepanjang Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing yang kerap menjadi titik kemacetan.
Dalam operasi ini, petugas mendapati mayoritas pedagang daging, ayam, dan bumbu mulai “menjamur” di bahu jalan menjelang bulan Ramadan. Ironisnya, lokasi di dalam pasar yang telah direvitalisasi dan dibersihkan oleh Pemerintah Kota justru tampak melongpong tanpa penghuni.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, yang memimpin langsung operasi tersebut, menyayangkan sikap pedagang yang enggan menempati lapak resmi. Terutama bagi pedagang daging yang fasilitasnya telah ditingkatkan secara signifikan.
“Khusus pedagang daging, tempat mereka di dalam pasar itu sudah sangat layak. Keramiknya sudah mengkilat, bersih, dan harum. Tapi faktanya tidak mereka tempati. Ini adalah upaya maksimal pemkot, bahkan mungkin pertama kalinya pasar dibersihkan langsung oleh pemerintah,” tegas Sahat.
Mengenai rencana kebijakan Pasar 56 atau Pasar Subuh yang sempat direncanakan Wali Kota Bengkulu, Sahat memberikan catatan penting. Ia menegaskan kebijakan tersebut hanya akan berlaku jika seluruh pedagang sudah patuh dan masuk ke area dalam pasar.
“Kebijakan pasar subuh baru akan diterapkan kalau pedagang sudah tertib di dalam. Sekarang mereka belum patuh dengan ketentuan yang ada. Jadi, gunakan dulu pasar di dalam, baru kebijakan lain menyusul,” tambahnya.
Penertiban ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Walikota Eddi Apriyanto, Asisten II Sehmi, serta Plt Kadis Perindag Alex Periansyah. Di lapangan, petugas Satpol PP mengedepankan cara persuasif dengan membantu pedagang merapikan barang dagangan mereka untuk dipindahkan ke dalam.
Langkah ini diharapkan mampu mengurai kemacetan parah di kawasan Panorama sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.[***]






