SMA Garuda Akan Berdiri di Bengkulu, Pendidikan Bertaraf Internasional

0
815
Ilustrasi SMA Garuda/Net

RAKYAT DAERAH – Kabar baik datang dari dunia pendidikan. Bagaimana tidak, Provinsi Bengkulu satu dari 100 Sekolah Garuda yang akan dibangun di berbagai daerah di Indonesia.

Sekolah Garuda itu didirikan sebagaimana diamanatkan Presiden melalui Inpres No. 7 Tahun 2025. Melalui inpres tersebut, Kepala Negara memberikan instruksi kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) untuk menjadi pelaksana utama pembangunan dan pengelolaan SMA Garuda.

Guna mendukung sekolah garuda di Provinsi Bengkulu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyambut langsung Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, di Bandara Fatmawati Soekarno, Kamis (21/8).

Wagub Mian dalam keterangannya menyampaikan, pembangunan sekolah tersebut akan dilakukan di Kabupaten Rejang Lebong, tepatnya di Desa Mojo Rejo. Pembangunan sekolah akan mulai dikerjakan pada 2026 mendatang.

“Alhamdulillah, hasil pertemuan dengan Ibu Wamen Stella Christie memastikan bahwa satu sekolah di Kabupaten Rejang Lebong akan dibangun pada 2026, yakni SMA Boarding Garuda di Desa Mojo Rejo,” kata mantan Bupati Bengkulu Utara dua periode ini, Kamis (21/8).

Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyambut langsung Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, di Bandara Fatmawati Soekarno, Kamis (21/8)

Mian menambahkan, rencana pembangunan ini sebelumnya juga telah ditinjau langsung oleh Wamendiktisaintek Stella Christie pada Rabu (20/8), dengan meninjau sejumlah titik lahan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dari hasil peninjauan, Desa Mojo Rejo ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.

“Pembebasan lahan sudah siap. Bu Menteri sangat respek dan menilai lokasi sangat layak. Insya Allah, tahun 2026 pembangunan dimulai, dan pada 2027 sudah bisa menerima murid baru,” sambung Mian.

Sementara itu, Wamendiktisaintek Stella Christie menambahkan, bahwa lahan yang disiapkan di Rejang Lebong sejauh ini tidak menemui kendala berarti.

“Sejauh ini tidak ada masalah. Tinggal di Kementerian Riset Dikti kami masih perlu melihat kontur lahannya, serta mempertimbangkan keberadaan pusdiklat yang sudah ada,” demikian Stella.

Sebagai informasi, Kemendikti Saintek akan membangun 40 sekolah unggulan yang akan dibangun ataupun dari yang sudah ada di hampir semua provinsi sampai 2029. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum IB (International Baccalaureate). Selain itu seluruh biaya sekolah akan digratiskan bagi siswa yang memenuhi persyaratan masuk SMA Unggulan Garuda. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here