RAKYAT DAERAH- Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan dan Walikota Dedy Wahyudi sedang dihadapi dilema dalam mengatasi persoalan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kota Bengkulu.
Sebagaimana diketahui, teriakan dan jeritan warga kota terkait darurat BBM itu muncul terjadi sejak Sabtu (24/5) hingga Rabu (28/5), justru tak tampak satupun anggota dewan kota Fraksi PAN yang terdiri dari Herimanto, Dedi Yanto, Kusmito Gunawan, Fachrulsyah, Indra Sukma, Parizan Harmedi, dan Samsu Ikhwan untuk ikut menemani suka dan duka bersama Gubernur dan Walikota Bengkulu.
Parahnya lagi, saat Wapres RI Gibran Rakabuming pun datang ke Bengkulu yang ditemani sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dalam menjalankan tugas negara. Namun pantauan jurnalis, tak tampak hadir Ketua DPRD Kota Herimanto yang notabane dari Fraksi PAN tersebut.
Direktur Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD), Anugerah Wahyu, SH angkat bicara. Ia menilai, seharusnya problem krisis BBM yang terjadi Kota Bengkulu, sejumlah anggota Fraksi PAN DPRD kota harus berperan aktif ikut membantu mencari solusi kepada Gubernur dan Walikota.
“Kita melihat justru program yang dimiliki oleh pak Gubernur Bantu Rakyat ini malah tak tampak didukung penuh oleh sejumlah Fraksi PAN DPRD kota. Sebab buktinya disaat masyarakat kota dilanda krisis BBM, kemana saja mereka?? Padahal ini masalah besar terkait kebutuhan utama masyarakat Bengkulu, dan justru kita sangat menyayangkan,” cetus Wahyu kepada media ini.
Ditambahkan Wahyu, sebaiknya Ketua DPD PAN Kota Bengkulu dalam hal ini harus segera melakukan evaluasi kinerja anggota DPRD kota dari fraksi PAN tersebut. Sebab mengingat akan tercoreng nama baik parpol dimasyarakat bila hal ini terus dibiarkan.
“Anggota dewan itu dipilih oleh rakyat, maka sepantasnya para wakil rakyat itu hadir disaat masyarakatnya mengalami kesulitan seperti krisis BBM ini. Bukan malah hanya memikirkan kepentingan pribadi semata, dengan selalu berpergian dinas luar (DL) saja bisanya,” tukasnya.[tim]






