Launching Pusat Oleh-oleh TunKeme, Ini Kata Ketua HIPMI Kepahiang

0
277
Louncing pusat oleh-oleh di jalan Kepahiang - Curup, Desa Taba Tebele, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang.dok_ist

RAKYAT DAERAH – GrandLaunching Pusat Oleh-oleh TunKeme yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning TunKeme menjadi bukti bahwa UMKM di Kabupaten Kepahiang mulai Naik kelas di era Bupati Kepahiang yang baru

Zurdi Nata. Hal itu tidak terlepas dukungan penuh dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kepahiang.

“Alhamdulillah berkat kerja kelaborasi kita, Jumat Kemarin (9/5) kita telah meresmikan pusat oleh-oleh yang beralamat di jalan Kepahiang – Curup, Desa Taba Tebele, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang. Menariknya pengelolaan pusat oleh-oleh ini di lakukan kelompok wanita tani, artinya ekonomi keluarga mulai terbantu,” jelas Ketua BPC HIPMI Kepahiang Findra Aprizal.

Findra mengungkapkan,pengelola pusat oleh-oleh Kepahiang ini adalah kelompok usaha perempuan yang bergerak di bidang pengolahan bawang goreng dan hasil pertanian lokal.

“Kita bersyukur dukungan bapak Bupati Kepahiang sengat tinggi, sehingga pengembang naik kelas UMKM di Kepahiang bisa terwujud dengan cepat dan baik,” terang Findra.

Findra mengatakan, kedepan HIPMI Kepahiang akan lebih gencar mendorong UMKM atau usaha kecil lainnya untuk naik kelas.

“Kita akan membangun kerjasama dan mendorong bagimana UMKM di Kepahiang bisa naik kelas. Kita akan bekerjasama dengan seluruh pihak agar UMKM ini bisa berkembang dengan pesat. Baik dari segi bahan baku, pengelolaan, pengemasan, hingga pemasarannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KWT Kemuning TunKeme Ida Rovani menyampaikan terimakasih atas dukungan seluruh pihak, terutama bupati Kepahiang dan HIPMI Kepahiang. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan wadah kolaborasi yang dapatmempererat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat Kepahiang.

“Kehadiran Pusat Oleh-oleh TunKeme diharapkan dapat menjadi ruang strategis untuk mempromosikan produk-produk unggulan lokal, seperti bawang goreng, serta berbagai hasil karya UMKM lainnya, sehingga semakin dikenal, diapresiasi dan dibanggakan oleh masyarakat Kepahiang,” tutupnya. [kiw]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here