RAKYAT DAERAH – Musyawarah Daerah (Musda) BPD HIPMI Provinsi Bengkulu yang digelar sejak Rabu kemarin (18/12), dengan mengangkat tema “Wujudkan Ekosistem Kewirausahaan Melalui Pengusaha Muda Menuju Bengkulu Maju”, berhasil mendudukkan Yosia Yodan sebagai Ketua Umum HIPMI Provinsi Bengkulu terpilih.
Kegiatan yang dibuka oleh Plt Gubernur Bengkulu Rosjonsyah, dihadiri juga Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin dan Ketua Bidang ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan BPP HIPMI Elia Nelson C. Kumaat lalu disusul Ketua BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, serta sekitar 300 peserta dari berbagai unsur, termasuk Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI yang tersebar di 10 kabupaten/kota Provinsi Bengkulu.
Dalam Musda Yosia Yodan yang ditetapkan sebagai Ketua Umum terpilih secara aklamasi dan pada Kamis pagi (19/12) resmi dilantik sebagai ketua umum (Ketum) bersama kepengurusannya periode 2024-2027.
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Bengkulu Rosjonsyah menyampaikan bahwa kolaborasi HIPMI dengan Pemerintah Daerah harus semakin kuat. Sebab, HIPMI memiliki peran dalam pertumbuhan ekonomi, investasi, serta mengurangi angka pengangguran melalui pendirian perusahaan di Bengkulu.
“Saya berharap Musda HIPMI bisa menghasilkan pimpinan Byang visioner dan Ketua Umum BPD HIPMI yang baru nantinya dapat menjalin sinergi kuat dengan pemerintah, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan ekonomi di Bengkulu,” tutur Rosjonsyah.
Ketua DPD RI Sultan B. Nadjamudin turut memberikan apresiasi atas semangat para pengusaha muda Bengkulu. Dirinya meminta semua pemuda Bengkulu khususnya para pengurus dan anggota HIPMI se Provinsi Bengkulu harus lebih percaya diri dan berani bersaing ditingkat nasional maupun global.
“Pengusaha muda Bengkulu harus memaksimalkan potensi daerah. Dengan sumber daya yang ada, saya yakin Bengkulu mampu menjadi salah satu daerah unggulan di Indonesia,” ungkap Sultan.
Sementara itu, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Buchari menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendorong inovasi dan efisiensi bisnis.
“Kunci keberhasilan di era ini adalah kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi harus menjadi bagian dari setiap aspek usaha,” jelas Akbar.
Ketua BPD HIPMI Bengkulu yang baru dilantik, Yosia Yodan, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi ini menjadi lebih inklusif dan berdaya saing tinggi.
“Kami akan fokus membina pengusaha muda, menciptakan peluang usaha, dan menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Saya yakin HIPMI Bengkulu dapat menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” tutupnya






