Pegawai Sekolah Rakyat Diduga Dianiaya, Kadisos: Bukan Ranah Kami 

0
32
Gedung Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Dugaan pengeroyokan atau Penganiayaan terjadi di Sekolah Rakyat Kota Bengkulu. Dugaan aksi kekerasan dalam sekolah rakyat disinyalir dialami salah seorang pegawai Program Keluarga Harapan (PKH) asal salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang ditugaskan di Sekolah Rakyat.

Dari data yang dihimpun Jurnalis, aksi penganiayaan itu berawal dari aturan piket malam yang diterangkan pihak Sekolah Rakyat.

Disinyalir jadwal yang dikeluarkan pihak manajemen memberatkan korban, diperkirakan latarbelakang aksi keributan diawali dengan memprotes kebijakan jadwal piket malam. Sedangkan ada dugaan pegawai yang senior tidak pernah mendapat giliran piket malam di sekolah rakyat itu.

Akibat perselisihan itu, terjadilah keributan, antara korban dengan terduga pelaku, berinisial J yang diduga salah satu asesor pekerja sosial di Provinsi Bengkulu dan pagawai berinisial H serta pimpinan di sekolah rakyat.

Terkait kejadian itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda tidak menepik adanya kejadian dugaan penganiayaan itu. Pihaknya belum mendapatkan laporan secara resmi terkait kejadian itu.

“Belum ada laporan resmi sama kami, kemarin baru dapat info dari Kepala Sentra (Senter Gunadarma). Ada Irjen turun untuk pengecekan dan infonya laporan sudah masuk ke polsek,” terangnya melalui pesan singkat via WhatsApp, Jumat kemarin (28/8).

Swifanedi menegaskan, bahwa pihaknya tidak bisa menangani pekara itu.

“Kami tidak bisa masuk karena itu langsung dibawah Kemensos. Kami juga sudah berupaya mencari informasi lewat teman-teman PKH lain, tapi jawabnya tidak ada yang tahu,” ujarnya.

Sampai berita ini di terbitkan, pihak sekolah rakyat maupun Polsek Selebar terkait laporan kejadian itu masih terus diupayakan diminta konformasi terkait kejadian dugaan penganiayaan itu.[red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here