Pegawai Sekolah Rakyat Diduga Dianiaya, Kadisos: Bukan Ranah Kami 

0
16
Gedung Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Dugaan pengeroyokan atau Penganiayaan terjadi di Sekolah Rakyat Kota Bengkulu. Penganiayaan itu dialami salah seorang pegawai Program Keluarga Harapan (PKH) asal Kepahiang yang ditugaskan di Sekolah Rakyat.

Dari data yang dihimpun Jurnalis, aksi penganiayaan itu berawal dari aturan piket malam yang diterangkan pihak Sekolah Rakyat.

Disinyalir jadwal yang dikeluarkan pihak manajemen memberatkan korban, akibat memprotes kebijakan jadwal  piket malam itu. Sedangkan diduga pegawai yang mengatakan dirinya senior tidak pernah mendapat giliran piket malam di sekolah rakyat.

Akibat perselisihan itu, terjadilah keributan, antara korban dengan terduga pelaku, berinisial J yang diduga. Salah satu asesor pekerja sosial di Provinsi Bengkulu dan H serta pimpinan sekolah rakyat.

Terkait kejadian itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda tidak menepik adanya kejadian dugaan penganiayaan itu. Pihaknya belum mendapatkan laporan secara resmi terkait kejadian itu.

“belum ada laporan resmi sama kami, kemarin baru dapat info dari Kepala Sentra (Senter Gunadarma). Ada Irjen turun untuk pengecekan dan infonya laporan sudah masuk ke polsek,” terangnya melalui pesan singkat via WhatsApp, Jumat (28/8).

Swifanedi menegaskan, bahwa pihaknya tidak bisa menangani pekara itu.

“Kami tidak bisa  masuk karna itu langsung dibawah Kemensos. Kamis juga sudah berupaya mencari informasi lewat teman-teman PKH lain, tapi jawabnya tidak ada yang tahu,” ujarnya.

Selampai berita ini di terbitkan, pihak sekolah rakyat maupun Polsek Selebar terkait  laporan masih terus diupayakan diminta konformasi terkait kejadian dugaan penganiayaan itu.[red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here