RAKYAT DAERAH – Tewasnya pekerja proyek sekolah Rakyat di kabupaten Kaur menjadinwprhatian publik. Sebab, tim teknis Pelaksanaan proyek disinyalir dengan emgaja menutupi insiden yang merenggut nyawa itu.
Diketahui kecelakaan kerja yang dialami Pekerja Proyek Sekolah Rakyat (SR) di kabupaten kaur, provinsi Bengkulu diduga tertimpa mobile crane pada Selasa (14/4/2026) di lokasi kerja di desa Cucupan Kecamatan Tetap.
Koordinator Aliansi Bengkulu Menggugat (ABM) Rio Setiawan mengatakan, pihaknya akan menuntut dan melaporkan pihak pelaksana proyek. Sebab, tim teknis perusahaan pelaksanaan proyek disinyalir dengan sengaja menutupi insiden kecelakaan kerja yang dialami dua orang pekerja proyek sekolah Rakyat itu.
“Kita akan laporkan Kairul salah satu tim teknis perusahaan ke pihak aparat penegak hukum, karena nyawa pekerja yang meninggal itu sengaja ditutupi. Kita mencuri ada banyak pelanggaran yang dilakukan pihak pelaksana proyek,” tegasnya.
Daeindatanyang dihimpun Jurnalis Rakyat Daerah, Kebohongan itu keluar dari mulut Kairul, tim teknis perusahaan pada saat dikonfirmasi di ruang rapat hari ini Rabu (15/4/2026) oleh para jurnalis.
“Kita laporkan, dia (Kairul,red) dengan dengan wajah tanpa dosa mengatakan tidak ada korban jiwa,” tutur Rio meniru ungkap Kairul pada sat dikonfirmasi para awak media.
Terungkapnya tewasnya pekerja proyek sekolah Rakyat itu dari Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kaur yang mengungkapkan ada dua pekerja proyek Sekolah Rakyat yang masuk IGD. Satu orang dinyatakan meninggal dunia di di ruangan mawar RSUD Kaur atas nama Arik Ananto ( 28) dari Desa Sumbermulyo, kecamatan Sale Kabupaten Rembang, sedangkan rekanya selamat.
Rio menyampaikan, perbuatan kebohongan itu harus dipertanggungjawabkan sebab itu terkait nyawa manusia dan harus diberikan keadilan, bukan sengaja ditutupi dengan kebohongan. Dengan insiden ini membuka borok lemahnya pengawasan keselamatan kerja di proyek pemerintah. Mobile crane rubuh bukan perkara sepele, artinya standar kerja operasional harus dipertanggungjawabkan, begitu juga harus mengedepankan K3 dalam pekerjaan.
“Kita minta aparat periksa semua kelengkapan perusahaan, alat hingga sertifikat kompetensi para pekerja dan alat-alat yang digunakan di proyek itu. Sebab, ketika kelengkapan itu ada dan dijalankan, kecelakaan kerja akan bisa di minimalisir,” sampainya.
Rio menegaskan, pihaknya akan menagih pertanggung jawaban terhadap tim teknis bernama Kairul dan perusahaannya terkait berbohong soal nyawa manusia yang terkesan disepelekan.
“Kita mendesak aparat segera memeriksa kelalaian yang berujung maut dan dugaan memberi keterangan palsu ke publik,” terangnya.
Sampai berita ini diterbitkan, jenazah korban sudah dipulangkan ke Rembang, Jawa Barat, diantar saudaranya yang selamat dari maut.[red]






