RAKYAT DAERAH – Insiden penembakan terhadap Petani di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan cukup menyita perhatian publik. Menanggapi itu, Polda Bengkulu dan jajaran saat ini tengah bekerja melakukan tindakan yang terukur sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Polda Bengkulu akan mengusut tuntas peristiwa penembakan ini, semua informasi, kesaksian, fakta akan digali secara menyeluruh untuk memastikan keadilan dapat ditegakkan. Proses penyelidikan kami pastikan berlangsung objektif dan transparan,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Andy Pramudya Wardana, Selasa (25/11).
Andy menambahkan bahwa pihak penyidik bekerja profesional tanpa berpihak kepada salah satu kelompok.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Saat ini kami mengutamakan keamanan warga dan stabilitas wilayah,” tegas Andy.
Dari data yang dihimpun redaksi rakyatdaerah.com, konflik agraria di Bengkulu Selatan itu terjadi diduga berawal dari ketegangan antara para petani Pino Raya dan pihak PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS), pada Senin (24/11).
Peristiwa itu bermula ketika petani kembali mendapati alat berat bulldozer milik PT ABS masuk ke lahan petani dan disinyalir menghancurkan tanaman warga dan itu sudah berulangkali.
Teguran dari petani tidak diindahkan, sehingga situasi memanas, pada 10.45 WIB keributan terjadi setelah pihak perusahaan bersikeras tetap melakukan aktivitas penggusuran hingga massa petani mengepung lokasi sekitar.
perkembangan terbaru penanganan korban dalam konflik lahan antara karyawan PT ABS dengan Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR). Dua warga dan satu karyawan perusahaan masih menjalani perawatan medis.
Selain dua warga yang masih dirawat, empat korban lain dari pihak masyarakat dinyatakan cukup stabil sehingga diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah.
Mereka adalah Suhardin (60) luka tembak di kaki kiri, Edi Hermanto (49) luka tembak di paha kanan, Edi Susanto (61) luka tembak di ketiak kiri.
Ketiganya berasal dari Kecamatan Pino Raya dan telah diperbolehkan pulang sejak malam sebelumnya.
Pihak medis menyebut ketiganya berada dalam kondisi membaik dan tidak membutuhkan perawatan intensif.[red]






