RAKYAT DAERAH – Dalam upaya mendorong pengembangan industri hilirisasi pertanian, khususnya komoditas kopi, Wakil Bupati (Wabup) Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Pengolahan Kopi di Desa Temdak, Kecamatan Seberang Musi, Rabu (3/9/2025) pada pukul 09.30 WIB.
Program ini diikuti oleh perwakilan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kepahiang dan menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong hilirisasi kopi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Ansori M, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Irawan, serta Camat Seberang Musi Dedi Sukrizal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kepahiang, Irawan menegaskan, bahwa pelatihan ini menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menguasai keterampilan pengolahan kopi secara profesional.
“Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pemuda Kepahiang dalam pengolahan kopi. Dengan keterampilan ini, diharapkan mereka mampu menciptakan produk bernilai tambah dan membuka peluang usaha yang menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para peserta untuk melihat langsung proses produksi kopi bubuk kemasan yang dilakukan oleh pelaku UMKM lokal serta mendukung upaya hilirisasi produk kopi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pengusaha kopi di Kabupaten Kepahiang.
Dia menuturkan, penguasaan teknik pengolahan kopi merupakan kunci untuk mendukung hilirisasi produk kopi yang selama ini menjadi ikon daerah.
“Kami berharap dari pelatihan ini muncul wirausahawan baru yang mampu menggerakkan ekonomi desa dan menyerap tenaga kerja. Pemahaman pengolahan kopi yang baik juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat hilirisasi produk kopi Kepahiang,” tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut peserta akan dibekali cara pengolahan kopi yang baik mulai dari pengolahan pasca panen, sortasi kopi, teknik penyangraian, hingga pengemasan.
Dengan potensi kopi Kepahiang yang telah dikenal memiliki cita rasa khas, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengembangkan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuannya, agar kopi Kepahiang tidak hanya dikenal sebagai komoditas mentah, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk olahan bernilai tinggi di pasar nasional maupun internasional. [011]






