RAKYAT DAERAH – Dalam debat yang dilakukan KPU provinsi Bengkulu pada Kamis kemarin, (31/10), dua pasangan calon gubernur Bengkulu beradu gagasan dan pendapatnya terkait menjawab pertanyaan dari panitia yang sudah disiapkan, termasuk menjawab pertanyaan antar calon.
Salah satu pertanya dari Paslon nomor urut satu Rohidin Mesyrah, yaitu soal program Helmi Hasan saat menjabat Walikota Bengkulu, yaitu program Samisake yang kini tengah dilakukan penyidikan oleh pihak aparat penegak hukum.
Dimana dalam debat itu dihadapan Kejati Bengkulu dan kapolda Bengkulu, paslon Rohidin menyinggung soal pengusutan yang saat ini masih berlanjut, hingga kemungkinan bisa sampai pada pembuat kebijakan atau pengambil keputusan kerena penyalurannya banyak yang diduga fiktif.
Menanggapi itu, Helmi Hasan yang terkesan sedikit terpancing, mengungkapkan, dirinya mendukung pihak Polda Bengkulu ataupun Kejati Bengkulu untuk menutaskan kasus samisake itu.
“Saya sepakat hukum ditegakkan, tidak ada persoalan, pak kapolda, pak kejati silahkan, Helmi mendukung penegakan hukum,” kata Helmi.
Perlu diketahui, program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) adalah program yang dicanangkan oleh Helmi Hasan pada saat menjadi walikota Bengkulu pada periode pertama. dan saat ini program samisake itu tengah dilakukan penyidikan dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu resmi menahan empat tersangka korupsi dana bantuan satu miliar satu kelurahan atau Samisake Tahun 2013. Empat tersangka ditahan karena merugikan negara Rp 857 juta dan kasus itu sudah bergulir di persidangan dan masih terus dilakukan pengembangan oleh pihak kejaksaan.[026]






