Kericuhan Debat Perdana Pilgub, Ini Bawaslu Provinsi Bengkulu

0
219

RAKYAT DAERAH – Pelaksanaan Debat Terbuka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Periode 2024 – 2029 yang perdana digelar, Kamis (31/10) malam yang diwarnai kericuhan karena persoalan alat peraga, mendapat respon dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu.

Kronologis sebelum dan ketika kericuhan itu berawal, debat dibuka dengan sambutan oleh Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Rusman Sudarsono.

Setelah itu, pembawa acara mempersilakan kedua pasangan calon naik ke podium yang telah disiapkan.

Namun, ketika pasangan calon nomor urut satu naik ke podium, pendukung mereka langsung menyuarakan yel-yel sambil mengibarkan alat peraga kampanye.

mendapatkan itu, panitia penyelenggara segera bergerak untuk menertibkan dan mengambil alat peraga kampanye tersebut. Namun, sempat mendapat penolakan dari pendukung paslon nomor urut satu dan terjadilan kericuhan yang melibatkan beberpa anggota DPRD Kota, provinsi bahkan DPR RI.

Menanggapi kericuhan itu, Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Faham Syah mengatakan, pihaknya akan mengimbau semua pihak, bahwa semua pihak harus sesuai petunjuk teknis dimana seharusnya alat peraga tambahan dan sejenisnya tidak dibawa oleh pendukung pasangan calon.

“Kita akan kaji, lihat juknisnya sudah jelas tidak boleh bawa ini dan itu. Pokokmya nanti kita akan imbau dan menjadi evaluasi pada debat pertama,” ungkap Faham Syah.

Namun Faham Syah berharap, masing-masing pendukung pasangan calon bisa menahan diri sehingga tidak melakukan provokasi dan tetap menjaga ketertiban, terutama saat pelaksanaan debat kedua mendatang.

“Kita berharap ya semuanya tertib, jangan sampai ada saling provokasi dan lain-lain. Bawaslu tetap mengawasi, kita berharap debat tidak terganggu dengan saling provokasi dan lain-lain. Pokoknya kita saling jaga ketertiban lah biar semuanya substansinya dapat,” sampai Faham Syah.

Kendati sempat diwarnai perdebatan antar pendukung pasangan calon menyoal alat peraga yang dibawa pasangan nomor urut 1, namun menurut Faham Syah secara umum pelaksanaan debat terbuka pertama itu berjalan lancar karena dari sisi penyampaian materi, visi dan misi.

“Kita melihat debatnya lancar kalau dalam konteks penyampaian materi visi dan misinya. Tinggal lagi pendukungnya untuk sama-sama menahan diri dan tidak melakukan tindakan provokasi,” tutupnya sembari mengatakan evaluasi pelaksanaan debat pertama ini akan menjadi bahan evaluasi sehingga pelaksanaan debat kedua pada 13 November 2024 mendatang bisa lebih baik lagi.

Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Rohidin-Meriani, Drs. Sumardi MM, menegaskan perlunya semua pihak mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu dalam debat kandidat. Adanya pelanggaran aturan dengan masuknya atribut kampanye ke dalam arena, meski KPU telah melarang secara tertulis.

“Secara tertulis KPU sudah menyatakan membawa atribut kampanye itu dilarang dan mereka sudah membaca. Jadi ini pelanggaran berat karena atribut kampanye tetap dibawa dan akhirnya disita. Kita berharap kejadian serupa tidak terulang dalam debat-debat berikutnya,” ,” ujar Sumardi.

Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 1, Teuku Zulkarnain. Menurutnya, KPU sebagai penyelenggara seharusnya tegas melarang atribut kampanye sejak awal, bukan media yang bertindak sebagai penghalang. Ia mengungkapkan bahwa media lah yang mencegah masuknya atribut tersebut, bukan KPU, yang menurutnya menjadi penyebab miskomunikasi.

“Jadi, faktanya alat itu bisa masuk ke dalam arena. Jika memang dilarang, seharusnya KPU melarang sejak awal, bukan dari pihak media. Ini yang membuat teman-teman heran, kenapa justru media yang melarang,” terangnya.

Teuku Zulkarnain menekankan, bahwa dalam debat-debat selanjutnya, pihaknya akan mematuhi aturan yang sudah diketahui bersama.

“Kalau dari awal kita tahu bahwa atribut dilarang, tentu kami akan mengingatkan semua pendukung untuk tidak membawanya,” pungkasnya.[tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here