2.000 Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Bengkulu

0
267

RAKYAT DAERAH – Rangkaian HUT Humas Polri ke-72 tahun 2023 ditutup dengan penanaman pohon mangrove secara serentak oleh Humas Polri se-Indonesia, termasuk Polda Bengkulu.

Rangkaian penanaman pohon mangrove ini dipilih oleh Humas Polri untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia saat ini tengah mengahadapi fenomena El Nino.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Anuardi mengatakan, sedikitnya ada 2.000 pohon mangrove ditanam di Bengkulu.

Ribuan pohon mangrove itu ditanam di sejumlah titik yang ada di Provinsi Bengkulu dengan penyelenggaranya yaitu Bidang Humas di masing-masing Polres jajaran.

“Kita Bid Humas Polda Bengkulu secara serentak bersama Polres jajaran melaksanakan penanaman pohon. Untuk lokasinya ada 11 titik yang tersebar di Polres jajaran dan kita pilih di daerah pesisir. Kalau tidak ada pantai, tempatnya bisa menyesuaikan,” ujar Kombes Pol Anuardi usai menanam pohon mangrove di Pantai Indah RT 08 RW 03 Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Masih kata Kombes Pol Anuardi, dalam aksi penanaman pohon ini Polda Bengkulu memilih kawasan Pantai Indah yang berada di Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu.

Lokasi ini dipilih, untuk mencegah adanya abrasi. Sehingga dengan adanya pohon-pohon mangrove ini nantinya diharapkan dapat menghadang abrasi ketika hal itu terjadi.

“Penghijauan yang kita lakukan ini dikhususkan pada area pesisir pantai. Hal ini dilakukan sebagai upaya kita untuk menahan abrasi yang ada di daerah pesisir ini,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua RT 08 Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu yakni Suhartono merespon baik kegiatan yang dilakukan Bid Humas Polda Bengkulu tersebut.

Menurutnya, kawasan Pantai Indah ini memang tepat untuk ditamani pohon mangrove. Pasalnya, jika berkaca dari sebelum-sebelumnya kawasan itu kerap terjadi abrasi saat ombak besar.

“Untuk pesisir pantai saat ini memang tidak mengkhawatirkan tetapi kita mengantisipasi. Mengingat kejadian yang sudah-sudah terjadi abrasi, banjir dan lain-lain,” tutup Suhartono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here