Diduga Ada Kongkalikong, SMPN 4 Kota Bengkulu Disinyalir Didiskualifikasi Ajang OTK 

0
26
SMPN 4 Kota Bengkulu.dok_ist

RAKYAT DAERAH — SMP Negeri 4 Kota Bengkulu diduga kuat ada kongkalikong dalam mengutus siswa ke ajang seleksi OTK (Olimpiade Tobo Kito) tingkat Kota Bengkulu. Dugaan itu semakin kuat, lantaran dua nama siswa yang diutus bukan peraih nilai tertinggi di SMPN 4 Kota Bengkulu itu.

Mencuatnya dugaan Kongkalikong pihak sekolah, berawal dari kekecewaan yang disampaikan Eko Febrinaldo, orang tua siswa berinisial AA. Ia mempertanyakan penetapan peserta yang dikirim pihak sekolah untuk mengikuti seleksi OTK tingkat kota yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu di Hotel Santika pada Rabu (21/10).

Menurut Eko, anaknya telah mengikuti ujian OTK melalui tautan yang dibagikan kepada wali murid pada 21 September 2026. Berdasarkan hasil yang diterimanya, AA memperoleh nilai 189 dari total 200 poin, yang menurutnya merupakan nilai tertinggi di antara peserta ujian di SMPN 4 Kota Bengkulu.

Eko menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dua siswa dengan nilai tertinggi, yakni AA dari kelas 9.2 dan siswa berinisial C dari kelas 9.3, seharusnya menjadi perwakilan sekolah dalam seleksi tingkat kota.

Namun, ia mengaku kecewa setelah mengetahui kedua siswa tersebut tidak tercantum sebagai peserta yang mewakili sekolah. Sebaliknya, pihak sekolah disebut mengirimkan siswa lain untuk mengikuti seleksi tersebut.

Persoalan ini semakin disayangkan karena, menurut informasi yang diterima Eko, SMPN 4 Kota Bengkulu diduga mengalami diskualifikasi dalam pelaksanaan seleksi tingkat kota. Diskualifikasi tersebut disebut berkaitan dengan ketidaksesuaian nama peserta yang dikirim sekolah dengan siswa yang sebelumnya memperoleh nilai tertinggi.

Eko menyayangkan kondisi tersebut karena anaknya telah mengikuti tahapan ujian dan memperoleh hasil yang dinilainya memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke tingkat kota.

Ia berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penentuan peserta, termasuk alasan tidak dipilihnya dua siswa yang disebut meraih nilai tertinggi.

“Diharapkan persoalan ini mendapat penjelasan yang transparan agar tidak merugikan siswa yang telah berusaha meraih prestasi. Tidak tutup kemungkinan dugaan Kongkalikong ini akan kita laporkan ke ombudsman Provinsi Bengkulu agar semua pihak bisa mempertanggungjawabkan,” ujar Eko kepada wartawan, Rabu (21/10).

Menurutnya, kejelasan mekanisme seleksi sangat penting untuk memastikan setiap siswa memperoleh kesempatan yang adil berdasarkan hasil dan ketentuan yang berlaku. Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang pada kompetisi akademik berikutnya.

“Semoga ke depan tidak terjadi lagi seperti ini,” ungkapnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak SMPN 4 Kota Bengkulu maupun Dinas Pendidikan Kota Bengkulu terkait alasan penetapan peserta perwakilan sekolah dan dugaan diskualifikasi tersebut.[red]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here