Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Pemprov Bengkulu Matangkan Survei IKN 2026

0
8

RAKYAT DAERAH – Pemerintah Provinsi Bengkulu mematangkan persiapan pelaksanaan Survei Indeks Kewaspadaan Nasional (IKN) 2026 guna memperkuat kesiapsiagaan daerah serta mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Persiapan tersebut dibahas bersama agenda antisipasi bencana alam dan pelaksanaan karya bakti skala besar di Provinsi Bengkulu.

Pembahasan dilakukan dalam rapat tindak lanjut hasil Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang diikuti Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, di Arrich Restaurant, Selasa (20/10).

Indeks Kewaspadaan Nasional merupakan indikator strategis Kementerian Dalam Negeri yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum. Indeks ini digunakan untuk memetakan dan memprediksi tingkat kewaspadaan suatu wilayah terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang berpotensi memengaruhi stabilitas sosial, politik, serta penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam rapat tersebut, Khairil Anwar menegaskan pentingnya mempersiapkan seluruh kebutuhan survei secara maksimal, mulai dari koordinasi lintas daerah hingga kesiapan responden. Menurutnya, hasil survei menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Kementerian Dalam Negeri dalam melihat respons pemerintah kabupaten dan kota serta capaian indeks di daerah.

“Persiapannya harus dibahas dan dimaksimalkan karena hasil ini juga ditunggu oleh Kemendagri, terutama untuk melihat respons kabupaten dan kota serta capaian indeks tersebut,” ujar Khairil.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya mengoptimalkan persiapan serta memastikan kelengkapan dan ketepatan data yang dibutuhkan dalam pelaksanaan survei.

Ia menyampaikan bahwa data yang terkumpul nantinya menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah selanjutnya.

“Dimaksimalkan karena data ini sangat dibutuhkan untuk menentukan kebijakan selanjutnya,” ujar Mif.

Survei Indeks Kewaspadaan Nasional dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober hingga 19 November 2026, dengan target 1.500 responden yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Setiap kabupaten dan kota ditargetkan melibatkan 125 responden.

Melalui persiapan yang terarah, koordinasi lintas pemerintahan, serta dukungan data yang akurat, Pemprov Bengkulu berharap pelaksanaan survei berjalan optimal dan menghasilkan gambaran kondisi kewaspadaan daerah yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.[red/mcp]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here