
RAKYAT DAERAH – Dandim 0428/Mukomuko, Bengkulu, Letkol. Inf. Yokki Firmansyah, menanggapi laporan 16 mitra dan pihak ketiga Syah Budi bersama 16 pekerja subkontraktor (subkon) terkait dugaan penunggakan upah tukang dan material proyek Kantor Desa/Kelurahan Mitra Pertanian (KDKMP) di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, ke Polisi Militer, Selasa kemarin (13/10).
Dalam responnya, Dandim menyatakan, bahwa laporan 16 mitra dan pihak ketiga itu adalah hak yang ia hormati.
Dandim menegaskan, Bahwa pihaknya memiliki laporan, data dan bukti transfer ke para mainkontraktor sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Laporan, data-data, bukti transfer pada mainkontraktor kami lengkap. Sebagai prajurit kami siap pertanggungjawabkan,” ujarnya dalam konferensi pers , Rabu siang (14/10).
Ia juga memastikan, bahwa pembayaran terhadap penyedia material KDMP bukan wewenang dirinya karena ia membayarkan uang progres pembangunan pada mainkontraktor bukan supplier material.
“Kami selalu bayarkan progres pembangunan KDMP pada mainkontraktor, kemudian ada komplain dari penyedia material yang belum dibayar, itu masalahnya di mainkontraktor. Kami selalu bayar berdasarkan progres pembangunan,” bebernya.
Yokki Firmansyah mengatakan, dengan progres pengerjaannya, sampai saat ini pihaknya telah membayar ke mainkontraktor mencapai Rp 90 persen. Secara logika, dengan dana sebesar 90 persen yang sudah dikucurkan ke saudara Jevi, seharusnya tidak ada lagi masalah tunggakan di tingkat bawah. Mitra seharusnya sudah memiliki dana pegangan untuk menyelesaikan kewajiban finansialnya kepada para pekerja.
“Seharusnya yang dilaporkan itu pihak mainkontraktor, sebab kita tidak kenal dan tidak pernah menjalin MoU atau ikatan kerjasama. Hubungan kerja kami adalah dengan para mitra resmi Kodim dnegan mainkontraktor, salah satunya saudara Jevi Mintini Sijar. Tapi kita tidak menutup untuk bersama menyelesaikan hak-hak itu, kita tetap hormati itu,” tutur alumni AKMIL 2005 kepada awak media.
“Ikatan kerja sama Kodim murni terjalin dengan mitra penyedia utama. Adapun keterlibatan pihak ketiga seperti Syah Budi dan 16 pekerja lainnya merupakan ikatan kesepakatan internal yang dibuat secara mandiri oleh Jevi Mintini Sijar selaku mainkontraktor, tanpa melibatkan Kodim,” jelasnya.
Soal laporan keuangan, lanjut Yokki Firmansyah, pihaknya secara berkala melakukan verifikasi data keuangan dua kali dalam sebulan.
Pekerjaan Terus Lanjut
Dandim menerangkan dari rencana 150 titik KDMP di Mukomuko, saat ini hanya menyisakan 15 titik tahap Penyelesaian. Jika tidak ada gangguan, dalam satu bulan kedepan semua target pembangunan bisa selesai.
“Sejauh ini tidak ada yang mangkrak, semua pembangunan terus berjalan. Dari total 150 titik tinggal 15 titik memasuki tahap finishing,” tutup Dandim.
Ini Pengabdian Untuk Kesejahteraan Rakyat
“Kami datang ke Mukomuko untuk mengabdi kepada masyarakat. Jika bisa diselesaikan baik-baik, tentu itu lebih baik. Namun, jika tuduhan tidak benar itu terus dilanjutkan, kami juga mempertimbangkan langkah hukum atas pencemaran nama baik yang mencederai dan merusak nama baik institusi TNI,” tegas Dandim.
Yokki mengungkapkan, saat ini , KDMP yang sudah terbangun, semuanya masuk tahap kedua, melengkapi fasilitas, mobil, rak dan barang lainnya sudah mulai berdatangan.
“Kita berharap, 15 KDMP yang belum rampung akan segera kita kejar dan KDMP Kabupaten Mukomuko bisa cepat beroperasi dan berdampak ekonomi di tengah-tengah masyarakat kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu,” bebernya.
Yokki menerangkan, untuk penyediaan Lahan di Luar Jawa, KDKMP Mukomuko Capai Prestasi Nasional sudah terpenuhi 100 persen.
“Pembangunan Kantor Desa/Kelurahan Mitra Pertanian (KDKMP) di Kabupaten Mukomuko mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kabupaten Mukomuko menjadi daerah satu-satunya di luar Pulau Jawa yang berhasil menyelesaikan pembebasan dan kesiapan lahan 100 persen dengan skema ‘One Village, One KDKMP’ (Satu Desa, Satu KDKMP),” terangnya.
“Keberhasilan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mengawal dan mensukseskan Program Strategis Nasional Presiden RI di wilayah pelosok daerah,” tambah Letkol Inf. Yokki Firmansyah dalam keterangan persnya.[red]





