Siswa SDN 59 Diduga Keracunan MBG, Dinkes Kota Bengkulu Kirim Sampel Makanan ke BPOM

0
25
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Nelli Hartati.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Tujuh siswa SDN 59 Kota Bengkulu dilaporkan mengalami mual, pusing hingga muntah setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9).

Dugaan keracunan tersebut langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu. Petugas berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Nelli Hartati, membenarkan adanya laporan siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Saya mendapat laporan ada murid yang mual-mual setelah mengonsumsi produk dari MBG,” kata Nelli, Jumat (4/9).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinkes Kota Bengkulu kemudian berkoordinasi dengan pihak SPPG untuk memastikan sekolah-sekolah yang menerima distribusi makanan MBG pada hari tersebut.

Nelli mengatakan, makanan MBG tersebut diketahui telah didistribusikan ke 10 sekolah. Setelah menerima laporan adanya persoalan pada makanan, pihak SPPG langsung melakukan penarikan.

“Setelah itu kami mengonfirmasi ke SPPG terkait berapa sekolah yang didistribusikan. Mereka mendistribusikan ke 10 sekolah. Setelah mendapatkan laporan ada masalah dari produk mereka, mereka langsung tarik,” ungkapnya.

Dari 10 sekolah penerima distribusi, SDN 59 menjadi satu-satunya sekolah yang siswanya sempat mengonsumsi makanan tersebut sebelum dilakukan penarikan.

“Jadi hanya satu sekolah ini yang kebetulan langsung mengonsumsi makanannya. Ada tujuh murid yang mual, pusing dan muntah-muntah. Ada satu yang muntah,” ujar Nelli.

Meski terdapat sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan, Dinkes Kota Bengkulu belum menyimpulkan bahwa makanan MBG tersebut merupakan penyebabnya.

Untuk memastikan penyebab keluhan tersebut, sampel makanan yang masih tersedia akan diperiksa oleh BPOM. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kandungan maupun kemungkinan adanya kontaminasi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

“Kita tetap melakukan pengawasan. Pertama, sampel yang ada kita berikan ke BPOM untuk mengecek apa kandungan yang ada di dalam makanan tersebut sehingga membuat masalah kepada anak-anak tersebut,” jelas Nelli.

Sementara itu, Guru SDN 59 Kota Bengkulu, Ningrum Hartanti mengatakan, pihak sekolah sebelumnya menemukan aroma tidak sedap dari salah satu menu MBG, yakni sempol ayam.

Menurut Ningrum, aroma makanan tersebut bukan hanya seperti makanan basi, tetapi sudah tercium seperti bau busuk.

“Sempolnya, baunya bukan bau basi tapi bau busuk,” kata Ningrum.

Pihak sekolah kemudian meminta agar makanan yang telah tiba tidak dikonsumsi. Namun, sejumlah siswa ternyata sudah sempat menyantap makanan tersebut.

“Ibu Kepsek menyarankan untuk makanan yang sudah tiba tidak usah dimakan lagi. Saya cek ke kelas-kelas dan ternyata sudah ada yang makan. 15 menit setelah itu mereka mengeluh sakit perut, muntah-muntah dan kepala pusing,” ujarnya.

Siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Terpisah, Koordinator SPPG Regional Bengkulu, Iqbal Ramadhan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bengkulu terkait kejadian tersebut.

“Sudah kita monitor dan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” kata Iqbal.

Hasil pemeriksaan sampel makanan oleh BPOM nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.[red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here