Sumsel Masih Dikepung Asap Karhutla, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi Angkat Bicara

0
19
Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, MM.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, MM. Ia menilai, kondisi tersebut perlu segera ditangani karena berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Sumardi yang juga merupakan kader Partai Golkar berada di Palembang untuk menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Golkar yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Sumardi mengaku terkejut melihat kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap. Menurutnya, kabut asap yang cukup tebal menjadi indikasi seriusnya dampak karhutla terhadap kualitas udara di wilayah tersebut.

“Ketika kami tiba di Palembang untuk menghadiri Rakor dan Bimtek Partai Golkar, kami cukup terkejut melihat suasana kota yang diselimuti kabut asap akibat karhutla. Tentu, kondisi ini menimbulkan berbagai dampak buruk, terutama terhadap kesehatan masyarakat akibat kualitas udara yang tidak baik. Persoalan ini harus segera diatasi,” kata Sumardi kepada wartawan.

Ia menegaskan, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang cepat, terukur, dan terkoordinasi dari seluruh pihak terkait.

Sumardi juga menyebutkan, kabut asap masih terlihat cukup tebal. Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena wilayah Palembang disebut belum diguyur hujan, sehingga asap masih bertahan dan berpotensi memperburuk kualitas udara.

“Kondisinya sampai saat ini kabut asap masih tampak tebal. Cuaca juga belum turun hujan, sehingga tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Sumardi berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mempercepat upaya penanganan karhutla. Langkah itu, menurutnya, perlu dilakukan melalui pemadaman titik-titik api, pemantauan wilayah rawan kebakaran, serta upaya pencegahan agar api tidak semakin meluas.

Ia menekankan pentingnya respons cepat dan tepat dalam mengatasi karhutla, mengingat masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari kabut asap, terutama terhadap kesehatan dan kualitas udara.

“Pemda setempat dan pihak terkait harus segera melakukan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan ini secara cepat dan tepat. Jangan sampai kondisi ini terus berlarut karena masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” pungkasnya.[red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here