Pengurus JMSI Bengkulu Resmi Dilantik 

0
30

RAKYAT DAERAH – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu periode 2025–2030 resmi dilantik, pada Senin (27/4) di hotel mercure Bengkulu. Pelantikan yang langsung di pimpin Ketua Umum Pengurus Pusat JMSI Teguh Santosa dan didampingi Sekretaris Jenderal Rahmandani berjalan dengan khidmat. Dimana 31 pengurus mengambil dan membaca sumpah.

Dalam pelantikan ini, turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi dan perwakilan dari unsur Forkopimda Bengkulu.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi JMSI Bengkulu untuk memperkuat peran media siber di tengah tantangan disrupsi teknologi digital yang semakin kompleks.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, dalam sambutannya menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang dinilai membawa dampak besar terhadap dunia informasi.

“Perkembangan teknologi digital seakan berjalan tanpa rem. Artificial intelligence dan berbagai tools generatif kini sudah ada di genggaman setiap individu,” ungkap Teguh dalam sambutannya di hotel Mercure, Kota Bengkulu, pada Senin (27/4).

Ia menjelaskan, saat ini siapa pun dapat memproduksi konten berupa teks, gambar, suara, hingga video yang sulit dibedakan antara yang asli dan rekayasa.

Menurutnya, kondisi ini memicu fenomena post-truth, di mana keyakinan sering kali lebih dipercaya dibandingkan fakta.

“Ini yang disebut sebagai disrupsi. Informasi bercampur antara yang benar dan tidak. Hoaks menjadi lebih meyakinkan, fitnah lebih halus, dan pembelahan semakin dalam,” jelas Teguh.

Teguh menegaskan, di tengah banjir informasi tersebut, peran pers menjadi semakin penting untuk menjaga kualitas dan akurasi informasi di ruang publik.

Di sisi lain, Ketua JMSI Provinsi Bengkulu, Dedi Hardiansyah Putra, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi awal untuk menyusun program kerja organisasi ke depan.

“Alhamdulillah hari ini telah terlaksana pelantikan pengurus daerah JMSI periode 2025–2030. Kegiatan ini juga kita sandingkan dengan seminar HAM,” kata Dedi.

Ia menambahkan, isu HAM akan menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja JMSI Bengkulu.

Selain itu, JMSI juga akan mendorong pertumbuhan industri media di tengah tantangan ekonomi yang ada saat ini.

“Kami akan menyusun program kerja berbasis HAM, sekaligus mendorong bagaimana industri media bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Dedi juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek, serta perbankan Himbara.

“Insyaallah dalam satu tahun ke depan, kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat perusahaan media agar bisa berkembang lebih baik,” tutupnya.

Penandatanganan antara Kanwil HAM dengan Pengda JMSI Provinsi Bengkulu.dok_red

Usai pelaksanaan pelatikan, Pengda JMSI Provinsi Bengkulu langsung melakukan penandatanganan MoU dengan Kantor Wilayah Hak Azasi Manusia. Penandatanganan ini agar peran media dalam menjaga dan memberikan edukasi di plafon digital untuk Hak Azasi Manusia bisa berjalandl degan baik.[red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here