RAKYAT DAERAH – Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong pelajar SMA/SMK untuk menjadi generasi pemimpin yang adaptif dan inovatif di era digital melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (27/4).
Kegiatan bertema “Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Strategis yang Efektif untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan di Era Digital” ini diinisiasi oleh Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD) Bengkulu, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang kian pesat.
“Ini kegiatan yang sangat positif dan tentu akan membawa dampak yang sangat bagus bagi anak-anak kita. Dengan kemajuan teknologi informasi yang luar biasa, mereka memang harus dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.
Menurut Khairil, pelajar tidak hanya dituntut memahami teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan memiliki arah yang jelas setelah lulus sekolah.
“Mereka harus punya inovasi sehingga ketika lulus dari SMA, mereka sudah punya arah. Selain itu, pembekalan ini juga penting untuk menangkal pengaruh negatif dari media sosial,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa di balik tantangan digital, terdapat peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan pelajar.
“Hal kecil pun bisa mendatangkan uang jika mereka mampu memanfaatkan teknologi dengan baik. Ini yang ingin kita tanamkan kepada mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, menyoroti pentingnya literasi media di kalangan pelajar, terutama di tengah dinamika regulasi penggunaan media sosial.
“Kita berharap setelah kegiatan ini, pelajar semakin melek media, khususnya dalam pengelolaan media sekolah masing-masing. Apalagi ke depan ada kemungkinan pembatasan media sosial, sehingga mereka harus siap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil pelatihan diharapkan dapat disosialisasikan kembali oleh peserta kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing.
“Ini bisa diteruskan oleh siswa ke teman-temannya, sehingga dampaknya lebih luas,” katanya.
Disisi lain, Ketua LEKAD Bengkulu, Anugerah Wahyu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Provinsi, khususnya Pak Asisten I dan Kadis Dikbud yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya.
Anugerah mengungkapkan, program pelatihan ini tidak berhenti di satu titik, melainkan akan dilanjutkan ke sejumlah daerah lain di Bengkulu.
“Kedepan kegiatan ini akan berlanjut. Masih ada lima kabupaten lagi yang belum, dan kami akan roadshow ke daerah-daerah tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, LEKAD juga berencana melakukan pemetaan terhadap sekolah yang aktif dalam pengelolaan media informasi.
“Kita akan cek sekolah mana yang punya media center aktif. Ke depan mungkin ada program reward bersama Pak Gubernur untuk sekolah-sekolah yang berprestasi,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelajar Bengkulu tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator, inovator, sekaligus pemimpin masa depan yang siap bersaing di era digital.[red]






